Sunday, 26 June 2022


Distanbun Aceh Lakukan Gerakan Masal Pemangkasan Kakao di Bireuen

14 Mar 2022, 11:05 WIB

Kadistanbun Aceh mendampingi Setda Kabupaten Bireuen saat lakukan pemangkasan Kakao. | Sumber Foto: Humas Pemkab Bireuen

TABLOIDSINARTANI.COM, Bireuen --- Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh melaksanakan kegiatan gerakan massal pemangkasan (Germas) kakao bekerjasama dengan Forum Kakao Aceh (FKA) yang dilaksanakan di Gampong Alue Dua, Kecamatan Makmur, Kabupaten Bireuen. 

Pemerintah Aceh kini terus berupaya menjadikan tanaman kakao sebagai salah satu produk pertanian unggulan di Aceh dan menjadikan Aceh sebagai penghasil Kakao terbesar dengan kualitas terbaik di Sumatera. Untuk itulah peran dari berbagai stakeholder sangat diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut.

"Dengan pelaksanaan Germas kakao ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kakao di Aceh dan menjadikan kakao Aceh menjadi yang terbaik di Sumatera. Tanaman kakao merupakan komoditi perkebunan yang bernilai ekonomis tinggi. Sebab tanaman satu ini merupakan bahan baku pembuatan coklat yang dapat berbuah sepanjang tahun,"sebut Kadistanbun Aceh, Ir Cut Huzaimah MP.

Secara nasional, lanjut Huzaimah, produktivitas kakao saat ini sudah mencapai 900 kg/ha per tahun. Sementara di Aceh produktivitasnya baru mencapai 720 kg/ hektar per tahun. Padahal luas areal lahan kakao di Provinsi Aceh mencapai 99.395 hektar dan memproduksi 41.648 ton biji kakao.

Provinsi Aceh sendiri memiliki potensi yang luar biasa untuk meningkatkan produktivitasnya karena kakao merupakan satu dari 5 komoditi yang menonjol dan berkembang dengan cepat. Untuk mewujudkan hal ini bidang perbenihan produksi dan perlindungan perkebunan (P3Bun) Distanbun Aceh melaksanaan kegiatan gerakan massal pemangkasan Kakao yang dilaksanakan di Gampong Alue Dua kecamatan Makmur, kabupaten Bireuen yang diikuti ratusan petani kakao setempat.

Saat ini produktivitas kakao di Aceh tergolong minim. Hal ini disebabkan masih banyak petani kakao yang masih mengelola perkebunan Kakao secara tradisional. Pengetahuan petani saat ini masih minim tentang pengelolaan tanaman kakao yang tepat dan terpadu, . "Dengan adanya kegiatan ini para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas dari kakao," ajak Huzaimah.

Karena itu, dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu untuk meningkatkan kesetaraan bagi petani Kakao untuk melakukan pemangkasan secara berkala sehingga mendapatkan hasil yang nyata. "Tujuan pemangkasan tidak hanya mampu meningkatkan produksi tetapi juga mampu mengkondisikan kebun lebih steril, karena cahaya matahari yang masuk tercukupi. Pasalnya, kakao sangat rentan dengan kelembaban yang tinggi sehingga munculnya jamur dan juga hama penyakit lainnya. Dengan masuknya sinar matahari yang cukup kebun yang bersih dan tanaman yang terpangkas sesuai dengan standar teknis akan memberikan produksi yang maksimal," bebernya.

Salah seorang petani kakao, Salman mengatakan bahwa dirinya dan kelompok tani kakao yang lain mengharapkan agar tim penyuluh kabupaten maupun provinsi dapat memberikan pendampingan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. "Pasalnya, petani belum terbiasa melakukan perawatan tanaman kakao," ungkapnya. Sejak ditanam tahun 2010 kata Salman banyak kendala akibat kurangnya perawatan sehingga terjadinya serangan hama penyakit.

Sebelumnya sekretaris Daerah (Setda) yang hadir mewakili Bupati Bireuen mengatakan bahwa Kabupaten Bireuen merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi tanaman kakao dan kakao merupakan salah satu komoditi unggulan dimiliki Bireuen. Di Kabupaten Bireuen memiliki area tanaman kakao seluas lebih dari 7000 hektar yang memiliki produktivitas nya mencapai 630 kg per hektar.

Kedepan, sejumlah daerah di Bireuen yang memiliki potensi yang baik agar dijadikan kawasan Kakao. "Untuk menghasilkan tanaman kakao yang bagus, tidak bisa dilakukan secara parsial saja, tapi harus berskala kawasan. Walaupun luasannya hanya 5 hektar, tapi dengan kebersamaan. Akibat ramainya orang masuk ke kebun untuk pangkas dengan budidaya yang benar, maka produksi kakao meningkat," harapnya

Pada kesempatan tersebut pihak Distanbun Aceh juga menyerahkan sejumlah bantuan pupuk NPK serta sejumlah alat pendukung pemangkasan kakao untuk kelompok tani.

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018