Sunday, 26 June 2022


Bisnis Kopi kian Manis, Inovasi pun Menggeliat

24 Mar 2022, 13:16 WIBEditor : Yulianto

Kopi Toraja | Sumber Foto:Dok.Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kopi kini menjadi tren gaya hidup masyarakat dalam beberapa tahun terakhir ini. Kedai-kedai kopi sederhana hingga kafe mewah kerap dijumpai khususnya di kota-kota besar. Bahkan banyak kalangan milenial yang terjun ke bisnis si pahit ini. Bisnis kopi kian manis.

Johny Rahadi, pengusaha kopi yang terkenal dengan brand Uncle John melihat banyak kemajuan dalam dunia perkopian Indonesia. Bahkan pelaku usaha dalam negeri pun kian percaya diri untuk mempromosikan kopi ke luar negeri.

“Saya berkecimpung selama 38 tahun di bidang kopi, dan melihat banyak kemajuan yang signifikan pada kopi Indonesia. Ini menggembirakan sekali,” katanya.

Pelaku usaha di Indonesia pun mulai percaya diri dengan cara sendiri dalam hal prosessing kopi. Bahkan euphoria kopi khususnya dari luar negeri yang masuk ke Indonesia hampir berakhir. Sekarang Indonesia untuk Indonesia,” ujarnya.

Pria yang sangat piawai dalam roasting (penyangraian) kopi serta pencipta mesin-mesin roaster yang terkenal hingga mancanegara ini selalu berinovasi. Dalam 2 tahun ini Johny terus berinovasi membantu penggiat kopi dengan menciptakan mesin sangrai kecil.

Tujuannya untuk kafe-kafe skala kecil. Dengan demikian menurut Johny, mereka bisa tetap berusaha, khususnya menyangrai sesuai keinginan dan kebutuhan, serta tidak tergantung sangraian orang lain. Secara harga juga lebih terjangkau karena ekonomi Indonesia sempat melemah akibat pandemi Covid-19,” ujarnya.

Johny mencontohkan, untuk mesin model square (persegi) merupakan mesin sangrai dengan kekuatan cukup kuat untuk terus bekerja. Beratnya mesin 65 kg, kapasitasnya penyangraian kopi 1 kg, daya listrik rendah 100 watt.

Sedangkan pembakaran gas untuk menggoreng 1 kg kopi. Artinya, hanya memerlukan 1,2 ons LPG, sehingga LPG 12 kg bisa habis untuk 110 kali goreng. Kelebihan mesin ini tidak menggunakan cyclone atau gas collector, sehingga tidak terlalu panas. “Mesin ini akan mulai dipasarkan 20 Maret ini,” ujarnya.

Dengan pengalaman puluhan tahun di dunia kopi, Johny menyarankan kepada Dewan Kopi Indonesia untuk memposisikan masing-masing penggiat kopi. Selama ini ia melihat di perkebunan kopi justru banyak yang menggunakan mesin sangrai kopi. Padahal, bukan posisinya.

Sebaiknya proses menyangrai kopi diposisikan berada pada perkotaan atau pinggiran desa yang ada kafe. Dengan demikian tercipta mata rantai ekonomi yang baik dalam usaha kopi,” tuturnya.

Mesin Pengolahan Kopi

Sementara itu Muhammad Syauki dari PT Agro Tunas Teknik (ATT) juga berinovasi menciptakan aneka alat mesin pertanian, khususnya mesin pengolahan kopi. “Kami menciptakan mesin huller yaitu pengupas buah kopi basah untuk membantu petani kopi. Mesin tersebut, sangat mudah dioperasionalkan,” katanya.

Bagi peminat, Syauki  memberikan jaminan purna jual dan mesin tersebut telah memiliki sertifikat pengujian dari BBP Mektan. Karena itu ia meyakinkan mesin itu lebih berkualitas. Bahkan kulit basah bisa dikupas dan cepat kering. Output mesin ini bisa mencapai 500 - 600 kg.

“Mesin ini hemat bahan bakar, bahkan bisa digunakan di kebun tanpa listrik dan penggunaan bensinnya dalam 1 jamnya hanya 0,8 liter,” tuturnya.  

Selain itu lanjut Syauki, pihaknya juga menciptakan  dryer multi guna, untuk mengeringkan kopi. Mesin ini menggunakan bahan bakar sekam, kayu bakar dan biomas. “Mesin ini cocok untuk mengeringkan kopi saat musim hujan. Biji kopi bisa kering hingga kadar air 10 - 15 persen,” katanya.

ATT juga memproduksi berbagai mesin kopi seperti mesin pengupas buah kopi kering dengan kapasitas keluaran 274,5 kg/jam bertenaga maksimum 5,5 Hp (4,1 kW) per 3600 rpm. Mesin sangrai kopi ini berbahan bakar LPG dan motor penggerak listrik dengan putaran 1420 rpm. “Kami juga membuat mesin penepung tipe piringan atau diskmill untuk kapasitas 220 – 320 kg/jam,” tambahnya.

Berkembangnya bisnis kopi mendorong inovasi dari hulu ke hilir. Baca halaman selnjutanya.

Reporter : Indri
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018