Tuesday, 17 May 2022


Petani Teluk Panji, Ubah Lahan Gambut Jadi Lahan Sawit Produktif

05 Apr 2022, 10:10 WIBEditor : Herman

Petani sawit Desa Teluk Panji, Labuhanbatu Selatan | Sumber Foto:Gultom

TABLOIDSINARTANI.COM, Labusel --- Masyarakat transmigran di Kecamatan Kampung Rakyat, Labuhanbatu Selatan kini bisa tersenyum lebar. Kerja keras dan ketekukan mereka menyulap lahan gambut dengan kedalaman 7 meter yang rawan banjir menjadi perkebunan sawit produktif kini sudah memberikan hasil yang memuaskan.  

Dari lima Kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kecamatan Kampung Rakyat  dengan luasan 709,15 km2; kini menjadi salah satu daerah sentra pertanian sawit yang berkembang pesat.  Sejak tahun 1991, Kecamatan Kampung Rakyat khususnya Desa Teluk Panji I II,III dan IV merupakan daerah transmigrasi yang menjadikan kelapa sawit sebagai komoditi andalan.

Pemerintah menggandeng PT. ABM sebagai perusahaan inti dalam membangun perkebunan sawit bersama masyarakat transmigran di Kecamatan Kampung Rakyat yang dahulunya masuk Kabupaten Labuhan Batu dan setelah pemekaran, berdasarkan Undang-Undang RI no 22 tahun 2008 menjadi bagian dari Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

“Daerah ini merupakan area pertanian gambut dengan kedalam 7 meter yang setiap tahun mengalami kebanjiran,” ungkap Ketua KUD Rukun Desa Teluk Panji 2, Hery Susanto Dikantor Desa Teluk Panji.

Ditambahkan Hery, mereka yang ikut program transmigrasi dari pulau Jawa dan masyarakat lokal  banyak yang tidak mampu melanjutkan karena sulitnya kondisi medan, baik sarana jalan serta prasarana lainya. Dalam program tersebut masyarakat mendapat lahan pertanian sawit seluas 2 ha serta 0,5 ha untuk tempat tinggal/pemukiman.

Dengan luasan 4.000 ha,  dibagi menjadi 4 desa, maka 1 desa dengan luasan 500 ha dan masing-masing punya Koperasi Unit Desa (KUD),” jelasnya.

Dengan modal ketekunan dan kesabaran, para petani yang bertahan kini bisa tersenyum lebar karena selain sudah bisa menikmati hasil dari pertanian sawit, merek juga mampu memberikan pendidikan terbaik bagi anak sampai perguruan tinggi. Sarana dan prasarana pendukung pun semakin lengkap mulai dari sarana pendidikan tingkat PAUD sampai SMU/SMK yang difasilitasi pemerintah dan swasta dan sarana lainnya.

Menurut ketua KUD Subur Makmur, H. Rahmat, selama ini 4 KUD menyetor TBS (Tandan Buah Segar) ke perkebunan Inti PT. Abdi Budi Mulia (ABM) dengan sistem pembayaran satu bulan sekali sehingga KUD tidak bisa berkembang dengan maksimal.

Karena itu, KUD berencana mengubah pola agar pembayaran TBS tidak terlalu lama sekitar 2-3 hari sehingga KUD bisa memanfaatkan putaran dana untuk pengembangan kedepan.

“Kami berharap pemerintah memberikan fasilitasi beko atau alat keruk lahan gambut  dan truk pengangkutan kepada setiap KUD apakah dengan sistim beli bayar tunda,” ujar H. Jarno dari KUD Karya Maju dan Ponirin dari KUD Sentosa.

Perkembangan yang sangat pesat bisa dilihat terutama di KUD Teluk Panji dimana saat ini sudah terjadi kemandirian membangun usaha, sistim bagi hasil yang baik untuk anggota, kegiatan pendidikan anggota sosial kemasyarakatan hubungan kerjasama pemerintahan Desa serta yang lebih baiknya adalah ketua RT/RW mendapat Honor bulanan.

Hery Susanto yang mewakili 4 ketua KUD mengatakan Program yang akan datang, lalu lintas Perbankan di KUD Teluk Panji akan melalui Bank Sumut seperti saran Bupati H. Edimin bagaimana Pemerintah dan masyarakat membesarkan Bank Sumut sehingga dari banyak hal akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bermartabat. Kemudian membuka Toserba untuk kebutuhan anggota KUD serta membuat PKS mini yang akhirnya memproduksi Minyak Goreng Labusel skala UMKM atau BUMD pungkasnya.

Pada pertemuan musyawarah kelompok tani yang bergabung di empat KUD tersebut juga dihadiri Anggota DPRD Labusel dari Fraksi Gerindra, H Jubir Siregar, Staf Ahli Bupati, Kepala Cabang Bank Sumut, Alamsyah SE, konsultan KTNA, DR Harmaini Sitorus serta Sudirman c spesialisasi PKS minicalon mitra KUD Teluk Panji.

Reporter : Gultom
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018