Tuesday, 17 May 2022


Pinang Jambi Menembus Pasar Dunia

12 Apr 2022, 15:52 WIBEditor : Yulianto

Presiden Jokowi saat berkunjung ke Jambi untuk melepas ekspor pinang | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi---Presiden Joko Widodo melepas ekspor pinang biji di Propinsi Jambi. Pinang menjadi suatu peluang usaha yang menjanjikan karena permintaannya dari berbagai negara sangat tinggi.

Untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia baik secara kuantitas maupun kualitas, Presiden meminta agar produktivitas pinang di Indonesia dapat ditingkatkan. Untuk itu, Kementan agar secara masif menghasilkan berbagai varietas unggul dengan produktivitas yang tinggi.  

“Ini nanti yang kita harapkan dalam jumlah yang besar dan tidak hanya menggantungkan pada pohon pinang yang sudah ada, tapi saya sudah perintahkan kepada Menteri Pertanian untuk menyiapkan varietas yang unggul yang baik yang memiliki kualitas yang bagus,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden menambahkan, tahun 2021 ekspor pinang diseluruh tanah air mencapai Rp 5 triliun lebih dan memberikan income pada petani. Bahkan Jokowi memiliki harapan pinang menjadi salah satu komoditas unggulan, dengan pengelolaan manajemen modern yang lebih baik.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pinang sekarang menjadi komoditi yang berskala ekonomi. Karena itu, sesuai arahan Presiden, pihaknya mendorong agar berbagai provinsi yang memiliki potensi besar, termasuk Jambi memperkuat agar ekspornya dapat berjalan lebih baik.

Mengikuti petunjuk Presiden, SYL berkomitmen untuk mendukung pengembangan pinang diberbagai wilayah termasuk Jambi. Kementan akan mendorong produktivitas pinang melalui penyediaan bibit berkualitas. Ia berharap upaya ini dapat meningkat ekspor pinang ke mancanegara dan memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global.

“Tadi ada perintah Bapak Presiden untuk memperbaiki bibit bibit pinang kita agar kualitasnya lebih terjamin, sehingga pemasarannya ke berbagai negara dapat lebih maksimal,” kata SYL.

Sebagai informasi, produktivitas pinang  biji rata-rata sebesar 651 kg/hektar, dan untuk varietas Betara di Jambi dapat mencapai 7,81 ton kernel kering/ha/tahun dengan umur produktif mencapai 25 tahun.

Perkebunan pinang hampir seluruhnya dikelola oleh rakyat. Produk turunan pinang berpotensi dikembangkan di dalam negeri, dengan tujuan meningkatkan investasi, nilai tambah dan serapan tenaga kerja, antara lain berupa produk kosmetik/kecantikan, olahan, pangan dan farmasi.

Adapun untuk pengembangan pinang di provinsi Jambi, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan telah memfasilitasi kegiatan yang menunjang peningkatan ekspor, antara lain bantuan perluasan 300 ribu pohon benih pinang & sarana produksi, serta 8 paket prasarana Pasca panen.

Reporter : julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018