Tuesday, 17 May 2022


4 Pilar Strategis, Komitmen Berkelanjutan Asian Agri 2030

14 Apr 2022, 10:57 WIBEditor : Herman

Buka Puasa Bersama Asian Agri Dengan Media

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Asian Agri, salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia yang merupakan bagian dari grup RoyalGolden Eagle (RGE), menginformasikan mengenai komitmen keberlanjutan perusahaan, yaitu Asian Agri 2030. 

Hal tersebut disampaikan dalam acara Buka Puasa bersama media di Plataran, Menteng Selasa 12 April 2022. Hadir sebagai narasumber Director of Sustainability & Stakeholder Relation Asian Agri yang juga merupakan Project Leader Asian Agri 2030, Bernard A. Riedo, Head of Operations Asian Agri, Omri Samosir dan Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr.Ir. Bayu Krisnamurthi, M.Si. 

Diungkapkan Director of Sustainability & Stakeholder Relations Asian Agri yang juga merupakan Project Leader dari Asian Agri 2030, Bernard A. Riedo, mengatakan bahwa Asian Agri 2030 adalah strategi bisnis jangka panjang selama sepuluh (10) tahun kedepan untuk memastikan keberlangsungan bisnis agar sejalan dengan filosofi bisnis grup perusahaan yaitu 5CsGoodfor Community, Country, Climate, Customer, dan Company.  

Empat (4) pilar strategis yaitu Kemitraan dengan Petani, Pertumbuhan Inklusif, Iklim Positif, dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNSDGs), serta tujuan dan visi perusahaanya itu meningkatkan kualitas hidup melalui pengembangan sumberdaya yang berkelanjutan melalui serangkaian program dan inisiatif yang memberikan kontribusi positif.  

Kemitraan dengan Petani merupakan keterlibatan intensif dengan petani untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik. Pada pilar ini terdapat empat (4) target yaitu Meningkatkan pendapatan petani mitra hingga dua kali lipat melalui program penanaman kembali atau replanting.

100% pencapaian program replanting petani mitra. 100% pencapaian sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk petani mitra dan 5.000 petani swadaya mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).  

Pertumbuhan Inklusif bertujuan untuk mendorong partisipasi yang kuat untuk mencapai kualitas hidup terbaik. Target dari pilar pertumbuhan inklusif antara lain Mengentaskan kemiskinan ekstrem di sekitar area operasional perusahaan. 

Mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada desa-desa di sekitar area operasional perusahaan seluas lebih dari 500.000 ha. Menyediakan akses pendidikan berkualitas melalui pemberian 5.000 paket beasiswa. Serta mengoptimalkan pengutipan minyak residu 

Pilar Iklim Positif bertujuan mempromosikan minyak sawit berkelanjutan melalui praktik pengelolaan terbaik. Target dari pilar ini adalah One to One area restorasi ekosistem, mencapai tingkat emisi netral dari penggunaan lahan. 

Selain itu mengoptimalkan pembangunan fasilitas penangkap gas methane untuk seluruh pabrik pengolahan kelapa sawit milik perusahaan. Dan 100% penggunaan energy terbarukan di seluruh operasional perusahaan

Produksi yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan merupakan tindakan terintegrasi untuk membangun produk berkelanjutan yang juga memiliki empat (4) target, yakni tidak membuka lahan baru untuk menjadi area perkebunan kelapa sawit.  

Menerapkan praktik yang ramah lingkungan untuk operasional berkelanjutan.Mengimplementasikan ekonomi sirkular melalui praktik operasional terbaik, dan mengurangi 50% penggunaan pestisida 

 “Asian Agri 2030 merupakan strategi jangka panjang kami yang akan menjadi fokus perusahaan berdasarkan pada pilar serta target yang telah kami tetapkan. Komitmen ini mendorong kami untuk melihat secara lebih mendalam kegiatan operasional dan bisnis kami secara berkelanjutan. Komitmen ini tentunya membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar semua target yang telah ditetapkan dapat tercapai.” Ungkap Head of Operations Asian Agri, Omri Samosir, 

Sementara itu, Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, MSi, yang juga hadir dalam acara buka puasaber sama media mengutarakan, “Komitmen Asian Agri 2030 ini adalah salah satu program yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Hal ini merupakan langkah yang baik dan patut mendapatkan apresiasi. Semoga semakin banyak perusahaan yang mengikuti langkah yang telah ditetapkan Asian Agriini.”  Jelasnya.

Asian Agri

Merupakan salah satu perusahaan swasta nasionalt erkemuka di Indonesia yang memproduksi minyak sawit mentah (CPO) sejak tahun 1979. Hingga kini Asian Agri mengelola 100.000 hektar kebun kelapa sawit dan mempekerjakan lebih dari 20.000 orang.

Sebagai perintis program Pemerintah Indonesia Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR-Trans), Asian Agri telah bermitra dengan 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi yang mengelola 60.000 hektar kebun kelapa sawit, serta membina kemitraan dengan petani swadaya untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani.

Dengan menerapkan kebijakan tanpa bakar dan praktik pengelolaan kebun secara berkelanjutan, Asian Agri membantu petani mitra untuk meningkatkan produktivitas, hasil panen, kemamputelusuran rantai pasok, sekaligus mendukung mereka memperoleh sertifikasi. Pabrik Asian Agri menerapkan teknologi terbaik memanfaatkan energi hijau yang dihasilkan secara mandiri, dalam rangka meminimalisasi emisi gas rumah kaca.

Lebih dari 86?ri perkebunan inti Asian Agri di Provinsi Sumatera Utara, Riau & Jambi serta 100% perkebunan petani plasma di Provinsi Riau & Jambi telah bersertifikat RSPO (Roundtableon Sustainable Palm Oil).

Pada saat yang sama, ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) telah dicapai oleh seluruh kebun baik yang dimiliki oleh Asian Agri maupun petani binaannya. Seluruh unit bisnis dalam naungan Asian Agri telah memperoleh sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil).

Keberhasilan Asian Agri menjadi salah satu perusahaan produsen CPO terkemuka telah diakui secara internasional dengan sertifikasi ISO 14001 untuk semua operasinya. LearningInstitute di Pelalawan, Riau, serta pusat pembibitan di Kampar, Riau, juga telah bersertifikat ISO 9001.

Selain itu, Pusat Penelitian dan Pengembangan Asian Agri di Tebing Tinggi juga telah memperoleh sertifikasi oleh International Plant - Analytical Exchange di lab WEPAL di Wageningen University di Belanda, untuk standar yang tinggi.

Reporter : Dede
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018