Wednesday, 10 August 2022


VPO Jadi Alternatif Bisnis Petani Sawit

28 May 2022, 09:35 WIBEditor : Yulianto

Minyak sawit merah | Sumber Foto:Dok. Darmono

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Virgin Palm Oil (VPO/minyak sawit merah) bisa menjadi salah satu produk olahan sawit yang bisa dipilih petani sawit untuk memberikan nilai tambah. Selain mudah dibuat, harga mesin yang terjangkau dan tidak memerlukan tempat yang luas, membuat VPO bisa diproduksi oleh skala rumah tangga.

Bagi sebagian besar masyarakat, VPO memang belum banyak dikenal. Padahal produk olahan sawit yang satu ini memiliki manfaat dan kegunaan yang hampir sama dengan minyak goreng. Bahkan dengan adanya senyawa fitonutrien yang baik untuk tubuh.

Tri Sunar Prasetyanti, Sub Koordinator Sarana Pengolahan, Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan, VPO menjadi salah satu produk olahan sawit yang mengandung senyawa fitonutrien. Senyawa fitonutrien bermanfaat untuk kesehatan seperti karoten (pro-vitamin A), tokoferol, tokotrienol (Vitamin E) yang berfungsi mengurangi radikal bebas, anti kanker dan mempengaruhi penurunan kolesterol.

BACA JUGA:

Inovasi Pangan Olahan Sawit

Gurihnya Rendang dengan Krimer Nabati dari Sawit

Saat Webinar Sosialisasi Inovasi Pangan Olahan dari Kelapa Sawit yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani Bersama BPDPKS, Rabu (25/5), Tri Sunar mengungkapkan, proses pengolahan buah sawit menjadi VPO ternyata tidak sulit. Ada tiga proses atau tahapan yang dilalui. Pertama, tahap degumming. Tahap Degumming yaitu proses penambahan asam fosfat food grade sebanyak 0,05?ri berat pada suhu 90 derajat celcius untuk menghilangkan kotoran.

Tahap berikutnya adalah tahap Netralisasi dilakukan selama 30 menit dan setelah itu campuran dicuci  menggunakan air bersuhu 50-60 derajat celcius untuk menghilangkan sisa natrium hidroksida dan sabun. Kemudian produk dianalisa dengan uji kadar asam lemak bebas (ALB) dan rendemen.

Setelah tahap Netralisasi minyak sawit kemudian dilakukan deodorisasi  dengan suhu antara 100 – 120 derajat celcius dengan waktu yang bervariasi meliputi 15, 30, 45, dan 60 menit. Setelah proses deodorisasi, produk yang dihasilkan dianalisa kadar ALB, kadar air, kadar karoten, nilai DOBI, warna dan bilangan peroksida.

Ade mengatakan untuk melakukan proses pengolahan sawit menjadi VPO saat ini sudah ada peralatan/mesin pengolahan yang dijual dimasyarakat. Diperkirakan harga alatnya sekitar Rp 10 juta hingga 100 juta tergantung dari kapasitas dan spesifikasi alat.

Saat ini dipasaran sudah mulai ditemukan produk VPO yang dijual dengan harga bervariasi Rp. 170.000 – Rp. 250.000 per liter (tergantung kemasan). Dengan berbagai kemudahan mulai dari proses pembuatan hingga maanfaatnya, VPO bisa menjadi alternatif bagi petani sawit untuk meningkatkan nilai tambah.

“Pembuatan VPO belum maksimal dan belum banyak dikenal, padahal VPO memiliki potensi yang besar dan  dapat dilakuakn di skala kecil sehingga meningkatan nilai tambah di tingkat petani selain menjual TBS kepada perusahaan,” ungkapnya. 

Reporter : Herman/Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018