Thursday, 18 August 2022


Kaya Gizi, Minyak Sawit Merah Solusi Atasi Stunting

28 May 2022, 09:40 WIBEditor : Yulianto

Minyak sawit merah | Sumber Foto:Dok. Darmono

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kampanye hitam kerap dilontarkan negara-negara Eropa dan AS terhadap minyak sawit, seperti mengandung kolesterol tinggi dan penyebab kanker. Padahal di balik kampanye tersebut justru minyak sawit mempunyai nilai gzi cukup tinggi, terutama dalam kandungan minyak sawit merah.

Dengan nilai gizi tersebut, minyak sawit merah menjadi solusi mengatasi stunting yang kini menjadi masalah di Indonesia. Apa saja kandungan yang terdapat dalam minyak sawit? Ketua Masyarakat Perkelapasawitan Indonesia (Maksi) Dr. Darmono Taniwiryono, MSc mengatakan, ekstrak minyak sawit merah sangat tinggi kandungan Vitamin A, omega 9, omega 6 dan little omega-3, Betakaroten dan Vitamin E.

Darmono melihat, dengan kandungan dalam minyak sawit merah mempunyai potensi sebagai antioksidan yang jauh lebih tinggi dari minyak nabati lainnya. Sebagai antioksidan, kekuatan tokotrienol minyak sawit 16 kali lebih tinggi daripada tokoferol. Bahkan lemak jenuh dalam minyak sawit sangat bagus bagi tubuh manusia.

Di dalam air susu ibu (ASI), menurut Darmono, kadar lemak jenuh mencapai 37 persen. Dengan demikian, masyarakat seharusnya tidak perlu takut mengonsumsi lemak jenuh karena sejak kecil sudah ada dalam tubuh melalui ASI. “Begitu juga ketika mengonsumsi minyak sawit yang mengandung lemak jenuh,” katanya.

BACA JUGA:

Camilan-Sehat-dari-Minyak-Sawit-Merah-Persembahan-Darmono

Inovasi-Pangan-Olahan-Sawit

Tradisi Masyarakat Afrika

Mantan Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi Perkebunan, Badan Litbang Pertanain itu mengungkapkan, tradisi memakan olahan minyak sawit merah sebenarnya ada sejak 5.000 tahun lalu. Dengan teknik ekstraksi sederhana masyarakat Afrika menjadikan minyak sawit merah menjadi bagian menu makanan.

Bahkan saat berkunjung ke benua hitam tersebut, Darmono melihat masyarakat setempat banyak mengonsumsi minyak sawit merah yang tidak melalui proses rafinasi dan deodorisasi. “Saya lihat orang Afrika jarang menggunakan kacamata. Ini karena kandungan vitamin E dalam minyak sawit dalam bentuk tokotrienol sejatinya lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lain,” ujarnya.

Namun, ia menyesalkan, sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia belum memproduksi minyak sawit merah yang kaya nutrisi tersebut. “Sawit disini sudah ada sejak 167 tahun lalu. Tetapi kita jarang mengonsumsi minyak sawit merah seperti orang Afrika Barat,” kata Darmono.

Darmono sendiri mempunyai pengalaman pribadi merasakan nikmatnya Moqueca, hidangan berwarna merah kental dari minyak sawit saat mendapat tugas di negara bagian Bahia, Brazil, tepatnya di Kota Itabuna. Karena itu menurutnya, minyak sawit merah dapat dikonsumsi langsung atau ditambahkan pada makanan yang masih hangat sebelum disajikan dan disantap. “Minyak sawit merah dapat ditambahkan ke makanan dan minuman,” katanya.

Minyak sawit merah tersebut dapat ditambahkan pada mie instan, kue kering, kue basah atau kopi susu. Dari uji laboratorium, kue kering yang menggunakan minyak sawit merah mengandung betakaroten sebesar 45 IU. Artinya, kandungan vitamin E-nya lebih tinggi karena vitamin tersebut tahan terhadap suhu tinggi.

Sebagai salah satu upaya memperkenalkan minyak sawit merah, Darmono kini memproduksi olahan kue kering maupun basah berbahan dasar minyak sawit merah dengan brand Salmira. Jenis kue kering diantaranya, brownies crispy original, oatmel cookies, choco almond cookies, brownies crispy ginger.

“Prospek kue kering dan kue basah sehat itu sangat bagus. Sebagai camilan sehat ini pun sangat bagus untuk kaum ibu yang mengandung atau menyusui, karena betakarotinnya tinggi dan vitamin yang terkadang didalamnya,” tuturnya.

Bagi yang berminat, Darmono sudah menjual secara online. Untuk kue basah harganya Rp. 40.000, sedangkan Lapis dan Bingka sawit harganya Rp  45.000/boks. “Saya ingin usaha ini berkembang karena kita kan perlu untuk mengatasi stunting. Kalau melihat itu prospeknya besar, peluangnya bagus. Masyarakat Indonesia juga jauh lebih sehat dengan makanan yang sehat,” tambahnya

Dengan kandungan vitamin dan gizi yang ada pada minyak sawit merah Darmono yakin dapat menjadi solusi permasalah stunting yang ada di Indonesia. Seperti diketahui, tingginya angka stunting menjadi persoalan bersama. “Jadi kebutuhan kita sekarang untuk bisa sehat, tangguh dan cerdas. Karena kandungan didalamnya bukan hanya untuk menyehatkan dan mencerdaskan, tapi dapat untuk stunting juga,” ujarnya

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018