Wednesday, 10 August 2022


Minyak Sawit, Minyak Nabati yang Paling Banyak Dikonsumsi Dunia

28 May 2022, 09:45 WIBEditor : Yulianto

Harga minyak goreng hingga awal tahun 2022 masih cukup tinggi | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Dengan manfaat yang cukup besar tersebut kini minyak sawit sebagai minyak nabati paling banyak dikonsumsi masyarakat dunia. Sebagai minyak nabati yang multiguna, minyak sawit lebih mudah pengaplikasiannya untuk berbagai produk.

Bahkan Herdrajat Natawijaya, pengamat perkelapasawitan melihat kini pemanfaatan minyak sawit sebagai produk pangan semakin masif dilakukan perusahaan multi nasional, seperti Unilever, Kraf dan perusahaan lainnya.

“Perusahaan multi nasional itu memproduksi produk pangan yang mengandung minyak sawit dan pemasarannya hampir ke seluruh dunia,” katanya saat Saat Webinar Sosialisasi Inovasi Pangan Olahan dari Kelapa Sawit yang diselenggarakan Tabloid Sinar Tani Bersama BPDPKS, Rabu (25/5).

Bahkan hasil studi menurut Herdrajat, hampir 50 persen produk yang dipasarkan di supermarket di dunia mengandung minyak sawit, termasuk produk pangan. “Sekarang ini pemanfaatan produk berbahan baku sawit juga terus berkembang, termasuk usaha skala kecil, menengah dan koperasi. Pelaku UMKM ini juga melakukan kreasi dan inovasi produk olahan sawit lainnya,” ungkapnya.

Menurut Herdrajat, pemanfaatan minyak sawit untuk produk pangan karena beberapa keunggulan. Diantaranya, kecenderungan kristalisasi dalam bentuk yang lebih halus, sehingga mampu meningkatkan kinerja creaming. Minyak sawit juga mempunyai padatan dan titik leleh yang tinggi. Komposisi asam lemak dan jenuh yang seimbang secara fisik bersifat semi solid, sehingga dapat menghasilkan berbagai minyak.

“Minyak sawit juga memiliki banyak kandungan nutrisi seperti Vitamin A, Vitamin E, micronutrien dan mengandung asam lemak esensial yang seimbang, sehingga baik untuk tubuh,” tuturnya.

Namun Herdrajat mengakui, ada tantangan pengembangan minyak sawit sebagai pangan olahan, terutama isu kandungan kolesterol dan lemak jenuh. “Karena itu, kita perlu menjelaskan baik di dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018