Wednesday, 10 August 2022


1,7 Juta Ha Kebun Rakyat Perlu Diremajakan dan Rehabilitasi

13 Jun 2022, 12:28 WIBEditor : Yulianto

Petani sawit di lahan yang tengah diremajakan. Namun kini lahan petani sawit terancam RPP UU Cipta Kerja | Sumber Foto:Dok.Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Direktorat Jenderal Perkebunan mencatat, luas areal kebun rakyat yang perlu diremajakan atau direhabilitasi karena tanamannya sudah tua dan/atau rusak sangat luas, yaitu mencapai 1,742 juta hektar (Ha) atau 11,2 persen dari luas perkebunan rakyat strategis nasional. Bibit menjadi penentu dalam kelangsungan produktivitas dan kualitas tanaman.

“Dalam pelaksanaan peremajaan tanaman perkebunan, bibit atau bahan tanam merupakan pintu masuk yang akan menentukan produktivitas dan kualitas produk usaha pekebun dalam jangka panjang atau satu musim tanam yang umumnya mencapai 25 tahun,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto.

Menurut Heru, kesalahan penggunaan bahan tanam akan menimbulkan kerugian petani selama kurun waktu tersebut. Karena itu, penyediaan bahan tanam merupakan prioritas pembangunan perkebunan, meskipun dalam pelaksanaannya tetap memerlukan dukungan penyediaan input produksi lain; modal finansial; serta peningkatan SDM petani (jumlah dan kapabilitas).

Untuk memenuhi program peremajaan dan rehabilitasi kebun rakyat tersebut, jumlah benih benih yang diperlukan lebih dari satu miliar batang. “Tentunya benih yang disediakan harus merupakan benih yang bermutu, yaitu baik dan benar,” jelas Heru.

Dengan demikian, lanjut Heru, dalam penyediaan benih tersebut selain kegiatan produksi harus didukung oleh kegiatan sertifikasi dan pengawasan yang kuat yang dijalankan sejak proses produksi; distribusi; dan penggunaan di lapangan.

Heru mengatakan, fasilitasi penyediaan bibit untuk para petani semakin penting dilakukan oleh program pemerintah mengingat sebagian besar pekebun merupakan petani kecil yang sebagian besar hanya mengelola kebun kurang dari satu hektar.

Dengan luasan kebun sebesar tersebut, umumnya para petani tidak memiliki surplus yang cukup untuk membiayai peremajaan kebun. Sebagian besar penghasilan mereka hanya diprioritaskan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya

Reporter : Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018