Friday, 01 July 2022


Kontribusi Perkebunan dalam Perekonomian Patut Diperhitungkan

14 Jun 2022, 13:42 WIBEditor : Yulianto

Petani Kakao di Aceh Tamiang | Sumber Foto:Swisscontact

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perkebunan merupakan salah satu subsektor yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan nasional, termasuk dalam penyedia lapangan pekerjaan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis Februari 2022, produk domestik bruto (PDB) lapangan usaha pertanian atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp2,25 kuadriliun sepanjang 2021. Nilai tersebut berkontribusi sebesar 13,28 persen terhadap PDB nasional.

Kontribusi sektor pertanian terhadap PDB nasional pada tahun 2021 tercatat turun 0,42 persen poin dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 13,7 persen. Dibandingkan dengan posisi 2010, kontribusi sektor pertanian juga menyusut sebesar 0,65 persen poin.

Namun jika diukur menurut PDB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010, sektor pertanian sepanjang tahun 2021 hanya tumbuh 1,84 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pertumbuhan subsektor pertanian pada 2021, tanaman pangan terkontraksi 1,56 persen, hortikultura tumbuh 0,56 persen, perkebunan tumbuh 3,52 persen, peternakan tumbuh tumbuh 0,34 persen dan jasa pertanian dan perburuan tumbuh 1,32 perrsen.

Sementara kontribusi subsektor pertanian terhadap PDB nasional pada 2021  tanaman pangan berkontribusi 2,60 persen, hortikultura berkontribusi 1,55 persen, perkebunan berkontribusi 3,94 persen, peternakan berkontribusi 1,58 persen, jasa pertanian dan perburuan berkontribusi 0,19 persen.

Adapun data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan, nilai ekspor nonmigas sektor pertanian mencapai 3,83 miliar dollar AS peiode Januari-November 2021. Nilai tersebut meningkat 4,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,68 miliar dollar AS.

Nilai ekspor sektor pertanian Januari-November 2021 menyumbang 1,97 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia. Pada periode tersebut, total ekspor nonmigas Indonesia tercatat sebesar 197,98 miliar dollar AS.

Beberapa komoditas ekspor Indonesia yang berasal dari sektor pentanian diantaranya kopi, teh, dan rempah-rempah. Komoditas tersebut menyumbang nilai ekspor tertinggi sepanjang Januari-November 2021, yakni mencapai 1,33 miliar atau 0,7 perrsen dari total ekpor nonmigas.

Sektretaris Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Heri Tri Widarto di Jakarta mengatakan, data tersebut menunjukkan masih pentingnya peran perkebunan sebagai penyedia peluang bekerja/berusaha bagi masyarakat Indonesia, pemenuhan kebutuhan konsumsi dan bahan baku industri dalam negeri (termasuk energi terbarukan). Termasuk dalam perolehan nilai tambah melalui peningkatan daya saing dan optimalisasi pengelolaan sumber daya alam.

Menurut Heru, peranan subsektor perkebunan dalam penyediaan peluang berusaha/bekerja semakin penting, mengingat jumlah penduduk Indonesia terus bertambah. Sedangkan peluang berusaha/bekerja yang diciptakan subsekrot lain tidak berlangsung sangat pesat.

Reporter : Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018