Thursday, 30 June 2022


Kemenko Perekonomian : Pekebun Rakyat dan Pekebun Besar Wajib Terapkan ISPO

23 Jun 2022, 10:17 WIBEditor : Gesha

Pekebun Sawit | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Dengan diberlakukannya Peraturan Presiden No 44/2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan, keseluruhan pelaku usaha sawit baik perusahaan maupun Pekebun Rakyat Wajib memiliki sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO).

"Gerak ISPO memang harus kita percepat lebih cepat lagi di masa-masa yang akan datang. Di tahun 2023, kita akan masuk pada upaya-upaya percepatan ISPO dengan pendekatan seluruh aspek dan faktor, sehingga New ISPO ini bisa segera diimplementasikan secara menyeluruh dan lebih baik," tutur Musdalifah M Deputi Pangan dan Agribisnis dari Kemenko Perekonomian pada Webinar Penerapan Sertifikasi ISPO di Kebun Sawit Rakyat "Inklusi Pekebun dalam Sertifikasi ISPO" yang digelar Tabloid Sinar Tani bekerjasama dengan Lembaga Ecolabel Indonesia (ISPO), Kamis (23/06). 

Seperti diketahui, kelapa sawit sangat penting bagi Indonesia karena telah mengokupasi lahan seluas 16,38 juta hektar dan 6,7 juta hektar diantaranya menyerap tenaga kerja langsung. Diantaranya juga dikelola dan dimiliki oleh petani swadaya/pekebun rakyat sebanyak 2,6 juta hektar. Pekebun rakyat juga mendominasi luasan tutupan perkebunan kelapa sawit Tanah Air.

"Karenanya dalam New ISPO ini, pekebun rakyat menjadi target dalam penerapan ISPO. Kalau sebelumnya bisnis sawit dari pelaku usaha besar menjadi target dalam penerapan ISPO, tetapi dalam New ISPO ini, pekebun besar maupun pekebun rakyat diwajibkan untuk mengimplentasikan ISPO dalam kebunnya. Meskipun kriteria indikatornya tidak seluruhnya diterapkan di kebun-kebun rakyat," jelasnya.

Baca Juga : Mengapa Pekebun Rakyat Wajib Sertifikasi ISPO?

Musdalifah juga menjelaskan bahwa ISPO menjadi upaya Indonesia untuk menjaga eksistensi perkebunan-perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Karena di beberapa negara lain, ada upaya black campaign terhadap produk kelapa sawit Tanah Air, mulai dari kesehatan, diversifikasi alam, keragaman hayati hingga aspek sosial lain. Karenanya, sertifikasi ISPO perlu segera diimplementasikan secara cepat. "Dengan peningkatan budidaya serta keseimbangan alam, sosial dan ekosistem berkelanjutan, ISPO mendorong bisnis kelapa sawit masa kini dan masa depan tetap berkelanjutan," urainya.

New ISPO

Dibandingkan dengan ISPO sebelumnya, Musdalifah menjelaskan dalam penerbitan sertifikasi ISPO kini dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Adapun sertifikasi ISPO baru (New ISPO) ini adalah memastikan dan meningkatkan pengelolaan serta pengembangan perkebunan kelapa sawit sesuai prinsip dan kriteria ISPO. Meningkatkan keberterimaan dan daya saing hasil perkebunan kelapa sawit Indonesia di pasar nasional dan internasional.

"Dulu di drive pemerintah, sekarang sertifikasi didorong oleh institusi independent. Pemerintah dan masyarakat diharapkan untuk mendukung dan mendorong terimplementasikannya ISPO yang kredibel untuk di dalam negeri (keberlanjutan kelapa sawit) dan menunjukkan kepada dunia tentang upaya-upaya keberlanjutan yang dilakukan di Tanah Air," jelasnya.

Baca Juga : Direktur RPOI: Standar ISPO harus Ikuti Ketentuan Internasional

Dengan diserahkannya sertifikasi pada Lembaga Sertifikasi menunjukkan pemerintah tidak lagi menentukan dalam proses sertifikasi. Skema sertifikasi mengacu pada UU nomor 20 tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian. Komite Akreditasi Nasional yang masuk melakukan akreditasi pada Lembaga Sertifikasi. Menteri/Gubernur/Walikota/Bupati menjadi menjadi pembina dan pengawas proses serta implementasi ISPO. 

"Infrastruktur sebelumnya Komisi ISPO sekarang Komiite ISPO yang terdiri dari asosiasi, LSM yang ditunjuk Kemenko serta pakar serta pemerhati yang menjadi tim," tuturnya.

Salah satu yang ditekankan dalam New ISPO adalah ketelusuran (tracebility), dimana prinsip serta kriteria sustainability pada sektor industri perkelapasawitan menjadi aspek penting untuk mencapai tujuan ISPO yakni pembentukan citra positif minyak sawit Indonesia yang sustainable dan traceable,

 

 

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018