Thursday, 30 June 2022


Percepat ISPO, Partisipasi Penyuluh dan Pemda Diharapkan

23 Jun 2022, 10:39 WIBEditor : Gesha

Penyuluh Sawit | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Dalam mempercepat implementasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO), Deputi Pangan dan Agribisnis dari Kemenko Perekonomian, Musdalifah M meminta partisipasi penyuluh dan pemerintah daerah terus dioptimalkan. 

"Kita perlu didukung semua pihak, penyuluh pertanian, para pemerhati, perguruan tinggi, pakar, NGO Lingkungan bersama petani untuk bisa menerapkan GAP Perkebunan Sawit untuk mengimplementasikan ISPO," ungkapnya dalam Webinar Penerapan Sertifikasi ISPO di Kebun Sawit Rakyat "Inklusi Pekebun dalam Sertifikasi ISPO" yang digelar Tabloid Sinar Tani bekerjasama dengan Lembaga Ecolabel Indonesia (ISPO), Kamis (23/06). 

Musdalifah juga menekankan peranan penyuluh pertanian di sentra perkebunan sawit, terutama di kawasan pekebun rakyat untuk terus mendampingi pekebun sawit agar mengerti kriteria ISPO. teruatama dalam penerepan Good Agriculture Practices (GAP) Perkebunan Sawit. 

Baca Juga : Pekebun Wajib Tahu, Inilah Ceklis Kriteria dalam Sertifikasi ISPO

Seperti diketahui, dalam Permentan 38/2020 mengenai Penyelenggaraan Sertifikasi Perkebunan Sawit Berkelanjutan Indonesia, telah diatur prinsip dan kriteria ISPO yang wajib dipenuhi pekebun.  Dalam permenntan ini  ada 7 prinsip dan kriteria yang ditetapkan. yakni kepatuhan terhadap peraturan dan perundangan, penerapan praktek perkebunan yang baik, pengelolaan lingkungan hidup, sumber daya alam dan keanekaragaman hayati, tanggung jawab terhadap pekerja, tanggung jawab sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, penerapan transparansi hingga peningkatan usaha berkelanjutan.

Prinsip Kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang terdiri dari kriteria legalitas dan pengelolaan pekebun, lokasi pekebun, sengketa lahan dan kompensasi maupun sengketa lainnya, legalitas usaha pekebun, kewajiban usaha pekebun, serta kewajiban ijin lingkungan.

Baca Juga : Kenali Legalitas STDB, Permudah Sertifikasi ISPO

Kemudian prinsip Penerapan praktek perkebunan yang baik, terrdiri dari kriteria organisasi kelembagaan pekebun, pengelolaan perkebunan, hingga penerapan teknis budidaya dan pengangkutan kelapa sawit. Dalam penerapan teknis budidaya ini, perlu memerhatikan proses pembukaan lahan, perbenihan, penanaman pada lahan mineral, penanaman pada lahan gambut, pemeliharaan tanaman, pengendalian OPT, pemanenan hingga pengangkutan buah.

Prinsip ketiga yakni Pengelolaan Lingkungan Hidup, Sumberdaya Alam dan Keanekaragaman Hayati yang terdiri dari Pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta pelestarian keanekaragaman hayati. Prinsip keempat yaitu Transparansi yang meliputi Penjualan dan Kesepakatan Harga TBS serta Penyediaan Data dan Informasi. Prinsip kelima yakni Peningkatan Usaha Berkelanjutan yang meliputi peningkatan kinerja dengan mengembangkan dan mengimplementasikan rencana aksi yang mendukung peningkatan produksi kelapa sawit berkelanjutan. 

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018