Monday, 08 August 2022


Alsintan Dorong Transformasi Perkebunan Tradisional ke Modern

28 Jul 2022, 10:28 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alam Syah | Sumber Foto:Dok, Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta----Perkebunan menjadi salah satu penyokong devisa negara dengan nilai ekspor yang cukup tinggi. Guna meningkatkan daya saing dan ekspor komoditas perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian akan melakukan transformasi perkebunan tradisional ke modern melalui perkebunan presisi, mekanisasi dan digitalisasi.

Salah satu programnya adalah dengan mendorong pemanfaatan alat mesin pertanian (alsintan) untuk petani/pekebun. “Ini menjadi fokus kegiatan utama kami pada 2020-2024. Salah satu pointnya adalah transformasi perkebunan tradisional ke modern,” kata Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alam Syah saat webinar Dukungan Alsintan dalam Modernisasi Pertanian di Jakarta, Rabu (27/7).

Andi Nur Alam mencontohkan, saat bertemu dengan asosiasi gula, ternyata mereka mengeluhkan kewalahan tenaga kerja untuk pengolahan lahan dan panen. Karena itulah, pemerintah seperti selalu diungkapkan Menteri Pertanian  mendorong pemanfaatan alsintan dalam usaha tani.

Namun dengan kian terbatasnya anggaran pemerintah dari Tahun 2015 yang mencapai Rp 3,5 triliun kini hanya sekitar Rp 300-400 miliar, Andi Nur Alam mengajak petani untuk memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) alsintan.

Bahkan kini pemerintah sedang menggodok relaksasi KUR. Jika sebelumnya bunga KUR sebesar 6 persen, maka diusulkan turun menjadi 1 atau 3 persen. Begitu juga uang muka pinjaman, diharapkan akan turun dari 30 menjadi 20 persen. 

Plafon menurut Andi Nur Alam, juga tengah diusulkan bisa naik menjadi Rp 2 miliar. Dengan nilai kredit yang lebih besar, petani atau pekebun bisa mengadakan unit alsintan besar, seperti ekskavator. “Kita terus dorong, semoga minggu ini sudah ada keputusan. Apalagi sudah dibahas dalam rapat terbatas di Sekretariat Kabinet,” ujarnya. 

Tak Tergantung Bantuan

Andi Nur Alam berharap, ke depan memang petani/pekebun tidak lagi tergantung dengan pola bantuan pemerintah, termasuk dalam pengadaan alsintan. Selama ini pekebun memang rata-rata sudah mandiri dan tidak tergantung bantuan.

Seperti program untuk petani tanaman pangan, Andi Nur Alam mengatakan, ke depan pihaknya juga akan mengembangkan program Taksi Alsintan untuk pekebun (Alsintanbun). “Beberapa penyedia alsintan kami harapkan bisa ikut dalam program yang akan dilaunching tahun ini,” ujarnya.

Andi Nur Alam berharap dengan transformasi perkebunan dari tradisional ke modern pada tahun 2024 akan ada peningkatan produktivitas menjadi 7 persen, ekspor naik 300 persen dan penyerapan tenaga kerja menjadi 5 persen. Pada akhirnya akan ada peningkatan kesejahteraan petani. “Karena itu bagaimana kita mentransformasikan perkebunan dari tradisional menjadi modern,” katanya.

Reporter : julian/Humas Ditjen Perkebunan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018