Monday, 08 August 2022


Ini Faktor Jatuhnya Harga Sawit Menurut DPP Apkasindo Perjuangan

01 Aug 2022, 16:07 WIBEditor : Gesha

DPP Apkasindo Perjuangan | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh --- Ketua Umum DPP Apkasindo Perjuangan Alfian Arrahman saat memberikan pandangan pada FGD mempercepat realisasi PSR sarana prasarana dan pengembangan SDM untuk memperbaiki tatakelola kelapa sawit berkelanjutan di Banda Aceh (28/7).

"Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi perkebunan yang sangat besar di Aceh, luasnya mencapai ratusan ribu hektar. Sebagian besar dari luasan tersebut merupakan perkebunan rakyat dan ada ratusan ribu keluarga di Aceh yang hidup di sektor ini," sebutnya. 

Karenanya, permasalahan harga sawit yang merosot saat ini menjadi sorotan para petani serta pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Perjuangan. Menurutnya, sejumlah faktor penyebab jatuhnya harga sawit di antaranya pungutan besar yang ditetapkan oleh pemerintah.

Ketua umum DPP Apkasindo Perjuangan Alfian Arrahman didampingi Senator DPD RI Dapil Aceh, Abdullah Puteh dan Ketua DPW Apkasindo Aceh, Drs Parno menegaskan Apkasindo Perjuangan hadir di Aceh untuk membumikan petani sawit Aceh yang saat ini masih tertinggal dari provinsi lain. Untuk itu pihaknya berharap, sawit ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. "Terkait masalah harga sawit yang jatuh saat ini yakni berkisar Rp 900 hingga Rp1.000 per kg menjadi perhatian Apkasindo," bebernya.

Lebih jauh Alfian menjelaskan, penurunan harga TBS sawit lantaran adanya beban domestic market obligation (DMO), domestik price obligation (DPO) dan flush out (FO). Selain itu sambung Alfian, ada juga pungutan ekspor $200 dan bea keluar atau BK $288/ton. 

Harga sawit pada saat ini berkisar Rp 900-1000 per kilogram itu karena dipengaruhi beberapa faktor.  "Harapannya kepada pemerintah segera mengevaluasi kembali pungutan atau flush out yang membebankan petani $200 dan hitung kembali pajak ekspor, menurut kami masih terlalu tinggi dibanding Malaysia pajak ekspor cuma 7%, sehingga berefek kepada kita petani," timpalnya

Sebelumnya, Pj Gubernur Aceh Ahmad Marzuki yang diwakili Asisten 2 Setda Aceh, Mawardi, meminta agar Apkasindo Perjuangan aktif untuk meningkatkan komunikasi dengan pemerintah daerah, sehingga dapat bersama-sama mendorong meningkatnya peran usaha perkebunan untuk kesejahteraan rakyat.

Mawardi juga berharap agar Apkasindo Perjuangan dapat merangkul para petani dan pengusaha perkebunan di Aceh untuk bergabung dalam organisasi ini serta membangun komunikasi dengan para anggota agar aspirasi para petani perkebunan dapat tersampaikan dengan baik.

Selain itu Mawardi berpesan agar dalam pembukaan lahan baru tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku serta memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. "Pihaknya berharap dengan adanya Apkasindo Perjuangan bisa melakukan dan membina para anggotanya selain menyelesaikan permasalahan juga membangun kemitraan baik swasta atau masyarakat bisa berjalan dengan baik. Dengan demikian akan terjadi peningkatan produksi dan produktivitas untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

 

FGD mempercepat realisasi peremajaan sawit rakyat (PSR) sarana prasarana dan pengembangan SDM untuk memperbaiki tatakelola sawit berkelanjutan di Aceh itu dirangkai dengan pengukuhan DPW dan DPD Apkasindo Perjuangan Provinsi Aceh masa bakti 2021-2026.

Reporter : AbdA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018