Wednesday, 17 August 2022


Ungkit Nilai Tambah Pekebun, BPDPKS Dukung Hilirisasi Model Kemitraan

04 Aug 2022, 15:11 WIBEditor : Yulianto

Hilirisasi industri sawit | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Agenda penguatan program hilirisasi sawit rakyat menjadi pekerjaan rumah yang sangat penting bagi seluruh stakeholder perkelapasawitan Indonesia. Program yang bertujuan untuk peningkatan nilai tambah bagi pekebun ini terus didorong.

“Pemerintah, pengusaha, pekebun, kelompok pekebun dan asosiasi petani sawit harus saling bahu membahu dan bekerjasama secara solid untuk mewujudkan hilirisasi hasil kebun sawit rakyat,” kata Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurrahman saat Focus Group Discussion Mempercepat Hilirisasi Kebun Sawit Rakyat melalui Kemitraan hasil kerjasama GAPKI Sumatera Utara dengan BPDPKS, Kamis (4/8).

Kekinian, sawit menjadi komoditas yang paling produktif dan memberikan sumbangan sebesar 42 persendari total pasokan minyak nabati dunia. Bahkan permintaannya terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan rata-rata sebesar 5 juta metrik ton setiap tahunnya.

Eddy mengatakan, Indonesia sebagai produsen minyak sawit dunia menargetkan dapat memproduksi lebih dari 50 juta ton minyak sawit pada tahun 2025. Dengan produksi sebesar itu, akan mencukupi pasokan industri makanan, olekimia dan bahan bakar nabati alias biodiesel, baik untuk konsumsi domestik maupun untuk ekspor.

Kita tidak bisa hanya berpuas diri hanya sebagai penyedia bahan minyak nabati terbesar didunia, ujar Eddy. Untuk itu lanjutnya, pemerintah telah menerbitkan beberapa kebijakan untuk mendorong hilirisasi industri sawit yang dapat memberikan nilai tambah bagi pekebun.

Program hilirisasi ini tentunya sejalan dengan program lain dalam meningkatkan keberlanjutan usaha perkebunan sawit, khususnya perkebunan sawit rakyat. Diantaranya, progra, Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Program PSR kata Eddy, tujuan utamanya meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat, sehingga kesejahteraan pekebun bisa meningkat. Semenjak digulirkan tahun 2016 lalu hingga Juli 2022, BPDPKS telah mendukung dan mendanai kurang lebih 257.000 ha yang melibatkan 100.000 pekebun, baik pekebun swadaya maupun pekebun plasma.

Dibandingkan dengan target pemerintah seluas 540.000 ha, memang capaian tersebut relatif lebih rendah alias baru tercapai 50 persen. Untuk merealisasikan target tersebut, menurut Eddy, perlu kerjasama dan koordinasi lintas kementerian, seperti Kementrian Pertanian, Kehutanan dan LHK serta Kementrian Agraria dan Tata Ruang.

Dukung hilirisasi BPDPKS meluncurkan program riset sawit. Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Iqbal
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018