
Cokelat Ngalanggeran, Gunung Kidul
TABLOIDSINARTANI.COM, Yogyakarta---Desa Nglanggeran, Kabupaten Gunung Kidul menjadi salah satu lokasi Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang mengintegrasikan komoditas kakao dan ternak kambing. Di lokasi tersebut juga terdapat embung buatan yang membantu petani dalam mengairi sawah saat musim hujan.
Sekreteris Direktorat Jenderal Perkebunan Heru Tri WIdarto menyampaikan, salah satu komoditas di Nglanggeran yaitu kakao yang terintegrasi dengan ternak kambing melalui sistem organik untuk memproduksi berbagai produk olahan antara lain coklat, permen, susu, dan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk dimaksud. Dengan integrasi tersebut, tidak ada hasil yang terbuang (zero waste) karena semuanya dapat termanfaatkan.
Nglanggeran merupakan salah satu tempat yang dahulunya merupakan gunung berapi purba. Di tempat ini terdapat berbagai inovasi antara lain berupa embung sebagai sumber air utama dalam irigasi.
Embung di Nglanggeran merupakan danau buatan yang menggunakan teknologi pengumpulan air yang berasal dari air hujan dan mata air di sekitar pegunungan. Embung tersebut sangat bermanfaat saat musim kering untuk mengairi tanaman di sekitarnya dengan luasan kurang lebih 20 ha.
Menurut Heru, TTP Nglanggeran memiliki pemandangan yang indah untuk dapat dinikmati para delegasi, pemandangan berupa gugusan gunung berapi purba. Selain itu di tempat ini dilakukan pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang mengolah kakao menjadi produk olahan siap saji sebagai salah satu komoditas unggulan Kabupaten Gunung Kidul.
Para anggota delegasi mencicipi dan menikmati berbagai suguhan makanan tradisional dan buah-buahan local termasuk produk olahan kakao yang ternyata cukup memikat sebagai buah tangan bagi para delegasi.
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian pertemuan kedua kelompok kerja pertanian tingkat Deputi/Eselon I (Second Agriculture Deputies Meeting /ADM 2) di Yogyakarta pada 27-29 Juli 2022.
Setelah serangkaian pembahasan isu-isu utama bidang pertanian tersebut, pada hari ketiga, anggota delegasi berkunjung ke Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran Gunung Kidul. Peserta melihat berbagai upaya pemerintah Indonesia dalam mendorong transformasi sistem pangan, pertanian terintegrasi yang berkelanjutan serta ramah lingkungan.
Destinasi berikutnya sebagai rangkaian fieldtrip yaitu mengunjungi candi Borobudur yang merupakan salah satu tempat beribadah terbesar umat budha di dunia yang diperkirakan di bangun sekitar abad ke-8 dan ke-9 masehi pada era Dinasti Syailendra. Disini delegasi disuguhkan informasi sejarah seputar peradaban manusia dan pemandangan alam sebagai penutup rangkaian kunjungan.
Heru percaya dengan adanya fieldtrip ini dapat mempererat hubungan antar negara dan saling berkolaborasi sesuai dengan moto G20 yaitu “recover together recover stronger.”