Kamis, 09 Februari 2023


Harga Sawit Petani di Labusel Belum Naik, Pemerintah Dorong Kemitraan

28 Agu 2022, 18:41 WIBEditor : Herman

Kegiatan Petani Sawit Labusel | Sumber Foto:Istansu

TABLOIDSINARTANI.COM, Labusel --- Pemerintah melalui Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara dengan tim Kelompok Kerja Teknis Tim Rumus Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebunan Provinsi Sumatera Utara telah menetapkan harga sawit ditingkat petani. Namun ternyata harga tersebut belum dirasakan petani di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Penetapan harga sawit yang dikeluarkan pada tanggala 24 Agustus 2022 berdasarkan hasil rapat dengan tim Kelompok Kerja Teknis Tim Rumus Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebunan Provinsi Sumatera Utara adalah, harga rata-rata CPO lokal dan ekspor Rp.11,150,81 tidak termasuk PPN dan harga rata rata kernel lokal Rp 5 926,14 tidak termaauk PPN.

Kemudian harga TBS petani yang bermitra mulai dari umur sawit 3 tahun  Rp 1,951,99 sampai sawit berumur 25 tahun Rp 2.075,77.

Harga sawit di Kabupaten Labuhabatu Selatan ditingkat petani belum juga mengalami kenaikan seperti yang telah ditetapkan Pemerintah. Namun, yang kami alami harga sampai hari Jumat 26/8/2022 Rp 1.500- Rp 1.670 per kg,” ujar petani sawit di Kecamatan Kota Pinang H.Jasino

Hal senada juga diungkapkan petani sawit di Kecamatan Torgamba, Miran yang mengatakan bahwa harga sawit di tingkat petani belum mengalami kenaikan sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Sementara itu Anggota DPRD Labuhanbatu Selatan dari Fraksi, Drs H M Jubair Siregar melihat ada selisih harga yang cukup jauh antara petani sawit yang bermitra dengan petani swadaya kisaran Rp 300 –  500/kg.

“Ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah,kenapa bisa seperti ini terjadi dan apa masalahya dan apa pula solusiya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Ir Lies Handayani Siregar M.MA menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena Petani dalam awal pertanaman tidak jelas asal usul bibitnya sehingga sangat mempengaruhi hasil dan rendemennya. Begitu juga saat menjual TBS melalui pedagang pengumpul, ada bisa dua atau tiga mata rantai sampai ke PKS.

“Karena itu Pemerintah akan melakukan sosialisasi dan pembinaan agar petani swadaya ikut bermitra guna memperbaiki manajemen usaha taninya sehingga kedepannya akan menghasilkan produksi yang baik serta harga jual yang tinggi,” ujarnya kepada Tabloid Sinartani

Reporter : iSTANSU
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018