Sabtu, 01 Oktober 2022


Kelapa Eksotik, Peluangnya Manarik  

31 Agu 2022, 12:20 WIBEditor : Yulianto

Presiden saat pencanangan gerakan penanaman kelapa genjah | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Indonesia memiliki kekayaan kelapa unik yang bernilai ekonomi. Karena itu, kelapa patut dikembangkan secara terencana untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Peneliti dari Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan, Organisasi Riset Pangan dan Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dr. Ir. Ismail Maskromo mengatakan, ada sejumlah jenis kelapa yang layak dilabeli eksotik. Indikatornya adalah memiliki keunikan yang berbeda dengan kelapa biasa.

Kelapa tersebut antara lain Kelapa Dalam Sri Gumintang, Kelapa Bido Morotai, Kelapa Kopyor Pati, Kelapa Genjah Entok, Kelapa Puan Kalianda dan Kelapa Pandan Wangi. Kelapa Dalam Sri Gumintang sebagai kelapa eksotik karena mampu tumbuh di lahan pasang surut. Padahal tanaman kelapa umumnya tidak bisa bertahan hidup. Sedangkan Kelapa Bido itu cepat berbuah dan lambat meninggi.

Ada juga jenis kelapa kopyor yang daging buahnya lunak yakni Kelapa Kopyor Genjah Pati dan Kelapa Dalam Puang Kalianda. Sementara itu, Kelapa Genjah Pandan Wangi asal Sumatera Utara memiliki aroma pandan saat dicium, diminum dan disantap daging buahnya.

Sementara untuk kelapa genjah  umumnya memiliki batang kecil dan buah relatif kecil. Tapi ini bertolak belakang dengan Kelapa Genjah Entok, batangnya kecil tapi ukuran buahnya besar. “Daya tarik dari pengembangan kelapa eksotik ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Untuk Kelapa Kopyor Pati menurut Ismail, petani dengan 2-3 pohon sudah bisa menyekolahkan anak. Dari 1 ha kebun kelapa kopyor bisa diperoleh 7.200 butir kopyor. Dengan asumsi harga Rp.25.000/buti, akan diperoleh pendapatan Rp. 180 juta/ha per tahun.

Sementara, untuk usaha perbenihan dengan asumsi 1 ha bisa mendapatkan bibit sebanyak 5.760 cikal dengan harga Rp.50.000 per cikal, petani akan memperoleh pendapatan Rp.288 juta per tahun.

Namun peneliti Palma ini mengingatkan perlu adanya perencanaan dan konektivitas pada pasar. Ia juga menyarankan pengembangan kelapa eksotik memerlukan strategi komprehensif seperti memperbaiki populasi dan pohon induk sumber benih in situ dan mengembangkan kebun induk sumber benih baru kelapa eksotik di sentra produksi kelapa.

Selain itu juga, perlu dilakukan pengembangan kebun kelapa eksotik secara terpadu dengan komoditi lain yang bernilai ekonomi tinggi,” tambahnya.

 

Reporter : Halomoan H/Nono S
Sumber : Humas Ditjen Perkebunan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018