Rabu, 28 September 2022


Berhasil di Tebu, Pemda Malang Minta Program Makmur Komoditas Lain

01 Sep 2022, 10:22 WIBEditor : Yulianto

Program Makmur di Kabupaten Malang | Sumber Foto:Dok. PT. RNI

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Program Makmur (Agrisolution) yang diimplementasikan pada komoditas tebu di Kabupaten Malang mendapatan apresiasi. Pementah Kabupaten Malang, sangat mendukung program tersebut karena sangat membantu petani. Bahkan, diharapkan program ini juga diterapkan pada komoditas pangan dan hortikultura.    

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, Kholida Masruroh mengatakan, Pemerintah Kabupaten Malang sangat mengapresiasi kegiatan yang bekerjasama dengan PT. Pupuk Petrokimia Gresik (anak perusahaan PT. Pupuk Indonesia) dan Perusahaan Gula tersebut.

Kholida berharap program Makmur tidak hanya berhenti pada komoditas tebu, karena menurutnya Kabupaten Malang memiliki unggulan pada komoditas pertanian lain mulai dari tanaman pangan hingga hortikultura.

“ Kami juga memiliki keunggulan pada komoditas padi dan bawang merah, kami berharap kedepan ada sinergitas dari perbankan, Pupuk Indonesia dan perusahaan offtaker dalam program Makmur dibidang pangan dan hortikultura Kabupaten Malang,” ujarnya.

Kabupaten Malang memiliki area tanam tebu sektiar 44.000 ha. Ada dua Pabrik Gula (PG) yang menerima hasil tebu dari petani yaitu PG Kebon Agung dan PG Krebet.

Menurut Kholida, dalam meningkatkan produktifitas tebu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, teknologi atau GAP yang tepat dalam budidaya tebu. Dalam GAP tebu ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Pertama, kesuburan lahan. “Saat ini lahan banyak mengandung zat kimia karena petani sendiri yang ingin meningkatkan produktifitas dengan menggunakan pupuk berlebihan,” ujarnya.

Kedua, ketersedian lahan. Saat ini banyak lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi perumahan. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah alih fungsi komoditas. “Petani kebanyakan selalu ingin menanam sesuai dengan kondisi yang dihadapi, terutama mengenai harga. Misalnya, kalau cabai mahal mereka ingin beralih ke cabai. Itu memang menjadi hal yang memberikan goncangan di dunia pertanian,” tambahnya.

Lebih lanjut Kholida menyampaikan, ada beberapa program Pemerintah Kabupaten Malang untuk menyangga komoditas tebu. Misalnya, bongkar ratun. Namun program ini cenderung tidak disukai petani, padahal tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas.

“Petani kebanyakan kalau disuruh bongkar ratun itu enggan dan lebih menghendaki rawat ratun sampai meski sampai beberapa puluh kali,” ujarnya. Untuk itu lanjut Kholida, dalam kegiatan bongkar ratun pemerintahi memberikan bantuan berupa bibit unggul dan pupuk hingga mengalokasikan bantuan alsintan.

“Alhamdulilah kemarin di Kabupaten Malang mulai 2008-2015 sudah teralokasi traktor besar sebanyak 40 unit yang tersebar di wilayah PG Kebon Agung maupun di wilayah PG Krebet,” tambah Kholida.

Tidak lupa juga Pemerintah Kabupaten Malang juga membuat kegiatan rawat ratun dan penataan varietas tebu agar seimbang pada masa awal, tengah maupun akhir. Dengan tujuan mengurangi tebu BL yang merupakan varietas yang selalu tumbuh dengan munculnya tunas-tunas baru atau disebut sogolan.

“Untuk kegiatan penataan varietas tebu ini, tahun lalu kita melakukan kegiatan warung tebu (Warteb). Disana ada pembuatan bibit tebu dengan dua jenis varietas selain BL. Kemarin kegiatan Warteb sudah dilaksanakan di satu kecamatan yaitu Sumbermanjing Wetan (Sumawe),” tuturnya.

Bukan hanya itu, untuk melaksanakan kegiatan peningkatan dan pengembangan tebu di Kabupaten Malang, Pemda melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang setiap tahun mengeluarkan SK TIM Teknis.

Tim Teknis tersebut berangotakan orang-orang yang mewakili Dinas, KUD yang mewakili petani terbu dan juga dari Perusahaan Gula. Dengan adanya Tim Teknis diharapan apa saja yang menjadi keluhan petani tebu bisa ditampung dan diikoordinasikan melalui tim.

“Alhamdulilah tim teknis tiap tahun mengadakan koordinasi, dan bahkan bila ada masalah penting yang dihadapi petani Tim Teknis selalu berkoordinasi untuk mengevaluasi kegiatan atau hambatan yang dihadapi teman-teman petani tebu,” katanya.

Reporter : Herman/Sephia
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018