Sabtu, 01 Oktober 2022


Perkuat Penanganan Sawit, Digagas Direktorat Sawit  

21 Sep 2022, 03:08 WIBEditor : Yulianto

Pekebun Sawit | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kementerian Pertanian memperkuat penanganan komoditas kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis yang menjadi penopang perekonomian. Salah satu yang kini digagas adalah membentuk Direktorat Sawit.

Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, salah satu bentuk komitmen memajukan budidaya hingga industri kelapa sawit adalah membuat direktorat yang secara khusus menangani sawit. Selama ini sawit hanya ditangani koordinator atau setingkat kasubdit, sehingga penangganannya kurang maksimal.

“Pada hari ketiga diberi amanah menjadi Dirjen Perkebunan, upaya pertama yang  kami lakukan adalah bagaimana mengubah nomenklatur membentuk Direktorat Sawit. Adanya Direktorat Sawit agar penanganan masalah sawit lebih fokus dan maksimal,” kata Andi Nur Alamsyah pada pembukaan ‘Pelatihan Auditor Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)’ yang diselenggarakan Lembaga Pelatihan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (PT SIB) bersama PT Musim Mas Group, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, sawit merupakan komoditas strategis dalam perekonomian bangsa Indonesia. Mengacu data BPS, hingga semester 1 tahun 2022 mendorong pertumbuhan PDB Pertanian Indonesia tumbuh 2,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang terjadi kontraksi ekonomi nasional sebesar 0,74 persen, dan penyumbang PDB Pertanian 80 persen.

“Komoditas sawit menjadi salah satu penyumbang angka positif pada pertanian tahun 2020, sawit ini sebenarnya sebuah komoditas yang luar biasa, 80 persen PDB kita dari sawit. Untuk itu, sawit harus kelola dengan baik, meski subsidi pupuk sudah tidak ada lagi,” kata Andi Nur Alam.

Nur Alam menyebutkan, salah satu tujuan penerbitan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Perkebunan Sawit Berkelanjutan Indonesia adalah untuk memperbaiki tata kelola sawit yang lebih berkelanjutan. Untuk menunjang implementasi Permentan tersebut, diterbitkan keputusan Dirjen Perkebunan Nomor 349/kpts/12/2020 tanggal 5 Desember 2020 tentang lembaga pelatihan ISPO, dimana hingga saat ini ada 7 lembaga pelatihan yang telah diakui.

Dari data yang ada, jumlah peserta refreshment auditor ISPO sampai angkatan 26, berjumlah 718 orang dan pelatihan auditor ISPO reguler sampai angkatan 23 berjumlah 517 orang. Dengan demikian, total sudah ada 1.235 orang auditor ISPO sejak Permentan Nomor 38 tahun 2020 diterbitkan.

Reporter : Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018