Sabtu, 01 Oktober 2022


Pemerintah Dorong Adanya Lembaga Pelatihan Sertifikasi Usaha Perkebunan

21 Sep 2022, 03:15 WIBEditor : Yulianto

Pekebun sawit binaan KUD Tani Subur | Sumber Foto:Inobu

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Direktorat Jenderal Perkebunan mendorong pembentukan Lembaga Pelatihan Sertifikasi Penilaian Usaha Perkebunan. Lembaga tersebut diharapkan dapat mencetak juga auditor-auditor yang berintegritas, profesional dan independen.

“Kami berharap segera ada Lembaga Pelatihan Sertifikasi Penilaian Usaha Perkebunan. Kuncinya adalah memiliki integritas. Tanpa integritas bagaimana bisa mendorong kemajuan perkebunan sawit dengan memperbaiki tata kelola yang berkelanjutan,” kata Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alam Syah di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Saat ini pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 38 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Perkebunan Sawit Berkelanjutan Indonesia. Tujuannya adalah untuk memperbaiki tata kelola sawit yang lebih berkelanjutan.

Untuk menunjang implementasi Permentan tersebut, diterbitkan keputusan Dirjen Perkebunan Nomor 349/kpts/12/2020 tanggal 5 Desember 2020 tentang lembaga pelatihan ISPO, dimana hingga saat ini ada 7 lembaga pelatihan yang telah diakui.

Dari data yang ada, jumlah peserta refreshment auditor ISPO sampai angkatan 26, berjumlah 718 orang dan pelatihan auditor ISPO reguler sampai angkatan 23 berjumlah 517 orang. Dengan demikian, total sudah ada 1.235 orang auditor ISPO sejak Permentan Nomor 38 tahun 2020 diterbitkan.

Sementara itu Pembina Lembaga Pelatihan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (PT SIB), Achmad Mangga Barani mengatakan, pihaknya merupakan Lembaga Pelatihan Perkebunan yang telah ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan No. 69/Kpts/OT.050/2/2021 tanggal 4 Februari 2021 tentang Lembaga Pelatihan Penyelenggaran Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO).

Selanjutnya berdasarkan Surat Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan No. 172/KB.410/E.6/03/2021 tanggal 01 Maret 2021 tentang Tindak Lanjut Sosialisasi Kebijakan Transisi Lembaga Sertifikasi ISPO. "Pelatihan auditor ISPO kali ini bekerja sama dengan PT Musim Mas Group,” katanya.

Tujuan pelatihan ini lanjut mantan Dirjen Perkebunan ini, untuk meningkatkan kemampuan auditor internal perusahaan untuk lebih memahami berbagai aturan baru yang tercantum dalam Peraturan Presiden RI No. 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia. “Biasa dikenal dengan Perpres ISPO Baru,” ujarnya.

Mangga Barani menjelaskan ISPO baru bertujuan untuk meningkatkan keberterimaan pasar atau daya saing produk sawit Indonesia di tingkat Internasional dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam tahun 2022 (per September 2022) PT SIB telah melaksanakan berbagai pelatihan.

Misalnya, penyegaran dan Auditor ISPO, Pelatihan Rantai Pasok, Pelatihan Pendamping Sertifikasi ISPO dan Sistem Kendali Internal Bagi Pekebun, Pelatihan GAP dan Pelatihan Peningkatan SDM Kelapa Sawit Pekebun yang jumlahnya sudah mencapai 377 orang. “Kepercayaan dan kerjasama ini diberikan GAPKI. Perkebunan Besar Negara dan Swasta, UNDP dan BPDP-KS,” katanya.

Reporter : Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018