
Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya mampu menaklukkan pasar mencanegara
TABLOIDSINARTANI.COM, Denpasar---Bali, bukan hanya dikenal dengan wisatanya. Dalam pertanian, Pulau Dewata tersebut juga terkenal dengan pertanian subak. Bukan hanya itu, ternyata Bali mempunyai potensi besar sebagai penghasil kakao. Bahkan kini produknya sudah dipasarkan ke mancanegara.
I Ketut Wiadnyana, Ketua Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya mengatakan, ketekunan dan komitmen bersama antara kelompok tani dan koperasi, kini mendulang sukses berkat kakao. Kini koperasi dampingan dari Kalimajari Bali telah rutin mengekspor setiap tahun ke Perancis, Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Swiss, Belgia sebanyak 0,5-15,5 ton/ tahun.
Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya telah berdiri sejak 8 Mei 2006, dengan jumlah anggota sertifikasi sebanyak 609 orang. Produk turunan yang baru dihasilkan berupa Nibs kakao yang dijual ke lokal PT Bali, kakao kul-kul sebanyak 1 ton/bulan dan Bali Varenyam sebanyak 100 kg/bulan. “Kedepan tidak hanya Nibs saja, kami mengupayakan produksi dan ekspor produk olahan cokelat yang bernilai tambah lebih tinggi,” kata Ketut.
Ketut bercerita, saat ini pekebun kakao yang tergabung dalam koperasi dapat memperoleh keuntungan yang cukup signifikan. Salah satu dampak positifnya harga penjualan Nibs dapat lebih mahal dan stabil.
“Kami kontinyu mendampingi petani, memberikan saran advokasi serta melalui pendampingan dari koperasi dapat merubah mindset pekebun agar lebih memperhatikan proses hulu hingga ke hilir sehingga hasil produksi dan produktivitas berkualitas mutu baik dan berdaya saing," ujarnya.
Karena itu Ketut mengapresiasi peran pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian melalui Ditjen Perkebunan yang telah banyak men-support. Diantaranya, pelatihan, sarana prasarana penunjang untuk proses di onfarm, benih yang bersertifikat, sarana prasarana penunjang fermentasi dan alat/mesin yang bermanfaat untuk pengolahan cokelat. “Motivasi kami sekarang adalah bagaimana agar posisi tawar pekebun dan koperasi naik,” katanya.
Saat ini Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya juga telah melakukan berbagai promosi untuk memperkenalkan produk olahan kakao miliknya, salah satunya Kalimajari, melalui exhibition dan media sosial. "Harapan kedepannya, kita dapat disupport mesin-mesin yang kapasitasnya lebih besar sehingga kita bisa menjual Pasta, butter, powder baik lokal maupun ekspor," kata Ketut.
Sementara itu Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengatakan, Bali menjadi salah satu provinsi dengan branding terkuat di Indonesia. Siapa yang tidak tahu Bali? Mancanegara pun berbondong-bondong untuk menikmati wisata di Pulau Dewata tersebut.
“Ini yang perlu ditangkap untuk kakao Bali agar bisa berbuat banyak di pasar ekspor karena dari wisata sudah punya nilai, tinggal dikemas dan di branding dengan baik. Ditjen. Perkebunan akan terus memperhatikan sentra-sentra produksi kakao di Bali untuk bisa meningkatkan ekspor mendukung program Gratieks.
Pada kesempatan yang berbeda, Plt. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Baginda Siagian mengapresiasi langkah yang dilakukan Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya. Apalagi didukung kemitraan yang kuat.
“Ini salah satu bentuk koorporasi petani yang wajib di replikasi di sentra kakao lainnya. Perlu juga memperkuat branding melalui promosi, dan Ditjen. Perkebunan akan hadir di aspek tersebut untuk membantu promosi,” kata Baginda.