Kamis, 30 Mei 2024


Tiga Varian Kopi Indonesia Unjuk Gigi di Amsterdam Coffee Festival

06 Apr 2023, 09:25 WIBEditor : Yulianto

Pavilion kopi Indonesia di ajang pameran kopi di Belanda | Sumber Foto:Humas Perkebunan

TABLOIDSINARTANI.COM, Amsterdam--- Kopi Indonesia kembali harumkan bangsa di acara pameran kopi terbesar di Belanda yang berlangsung di Westergas, Amsterdam mulai dari 30 Maret hingga 1 April 2023.  Dalam ajang pameran tersebut terlihat kopi Indonesia memiliki daya tarik yang luar biasa, sehingga akses pasarnya semakin terbuka lebar.

"Kegiatan ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan kopi Indonesia ke kancah internasional, karena ini merupakan festival tahunan yang mempertemukan para produsen kopi di dunia dengan pasar kopi Eropa," ujar Bernard Langoday, salah satu Socioprenur Coffee Indonesia.

Bernard hadir mendampingi dan mengawal booth Paviliun Indonesia bersama dengan KBRI Belanda untuk mempromosikan tiga varian kopi nasional dari pelaku usaha yang menjadi binaan Kementerian Pertanian, khususnya Ditjen. Perkebunan. Pada kesempatan ini, KBRI Indonesia di Belanda menempatkan 4 pelaku usaha utama pada Pavilion Indonesia untuk ikut berpartisipasi pada pameran ini yaitu Desa Sejahtera Astra, Dua Coffee, Catur Coffee, dan Kopi Tuku

Bernard menjelaskan, Desa Sejahtera Astra yang diundang KBRI di Belanda bekerjasama dengan IPB University membawa 3 produk kopi hasil kurasi binaan Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan seperti Organik Java Preanger, Luwak Arabika Gayo, dan Robusta Pinrang.

Menurut Bernard, dengan jumlah pengunjung yang tercatat lebih dari 5.000 orang selama 3 hari ini, tentu saja menjadi potensi kerjasama ekspor kopi Indonesia. Karena itu ia berharap pameran kopi ini menjadi peluang yang baik bagi pengusaha dan eksportir kopi Indonesia mempromosikan kopi Nusantara secara luas bagi penikmat kopi Eropa, khususnya tiga varian kopi yang memang sengaja dikirimkan sampelnya karena ada permintaan dari beberapa buyer di Belanda.

Lebih lanjut, Bernard mengatakan, selain memperkenalkan kopi nasional, pada pameran ini juga dilakukan pertemuan dengan beberapa teman-teman roastery yang berpusat di Rotterdam dan Den Hague, mulai dari tanggal 4 hingga 5 April 2023, yang fokus pada pemasaran kopi jenis organik dan luwak.

"Terlihat pada pameran tersebut, Kopi luwak gayo binaan Ditjen. Perkebunan, Kementerian Pertanian meraih interested dan insights yang sangat bagus dengan model B2B," ujarnya.

Berdasarkan dari hasil festival, Desa Sejahtera Astra berhasil melakukan MoU untuk produk inovasi kopi terbaru, Kopi Celup dengan komitmen pembayaran dan investasi untuk 15.000 kaleng kopi celup bersama Coffee Cupping International selaku mitra produksi, dagang, dan investasi. Selain itu, Desa Sejahtera Astra berhasil terkonekasi ke 20 lebih perusahaan, serta melakukan company visit di 2 perusahaan kopi terbesar di Belanda dan Belgia yaitu Daarnhouwers Co BV dan SAS Coffee Company.

Disisi lain, Pimpinan SAS Coffee Company dari Belgia melalui Merk Brand "Beanmeup" dalam wawancaranya menyatakan ketertarikannya terhadap kopi organik Java Preanger dari Indonesia.

"Ini adalah biji yang paling kami sukai. Washed Preanger dari Indonesia. Pada tahun 2016 lalu ketika dijawa kami membawa beberapa. Sayangnya kami tidak dapat menemukan green beans di Eropa, untuk itu kami sangat senang bertemu dengan teman dari Indonesia di festival ini. Kami ingin sekali mendukung bisnis kopi Indonesia. Oleh karena itu kami membutuhkan minat klien pada biji kopi ini," tuturnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, mengapresiasi kontribusi KBRI Belanda untuk melibatkan beberapa varian kopi nasional dalam pameran tersebut. Belanda merupakan salah satu pasar potensial kopi Indonesia dan juga mitra kerja untuk ekspor produk perkebunan Indonesia.

Khusus Kopi, Belanda merupakan importir kopi terbesar ke-7 di Eropa dengan konsumsi per kapita rata-rata mencapai 8,3kg/tahun/orang dan tercatat memiliki peningkatan ekspor kopi dari Indonesia ke Belanda sekitar 54,69 persen di tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Secara umum, ekspor kopi Indonesia pada tahun 2022 meningkat 4,2?ri sisi volume dan meningkat 23,4?ri sisi nilai dibandingkan tahun sebelumnya.

Andi Nur menekankan, terlaksananya pameran ini merupakan sarana penting untuk mempromosikan komoditas perkebunan Indonesia ke Luar Negeri, khususnya Kopi Indonesia yang memang dikenal cita rasa khas dan tidak didapat di sentra produsen kopi negara lain.

Melalui promosi ini, Andi berharap menjadi salah satu strategi Ditjen, Perkebunan dalam mengakselerasi peningkatan ekspor komoditas perkebunan tiga kali lipat atau dikenal dengan kebijakan Gratieks (Gerakan 3 kali lipat ekspor) hingga tahun 2024.

”Kami terus mendorong terbangunnya Branding kopi Indonesia di perdagangan dunia. Seperti apa yang pernah dikatakan oleh Menteri Pertanian bahwa kedepan, tidak ada 1 pun café Coffee di Dunia tanpa adanya Kopi dari Indonesia. Semoga kopi Indonesia terus berjaya dalam perdagangan dunia tanpa ada hambatan perdagangan," katanya Andi Nur.

Reporter : Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018