Kamis, 30 Mei 2024


Kementan Dorong Intergrasi Kopi-Ternak di Dataran Tinggi Banjarnegara

21 Apr 2023, 15:30 WIBEditor : Yulianto

Pembibitan kopi di Banjarnegara | Sumber Foto:Upland

TABLOIDSINARTANI.COM, Banjarnegara---Kementerian Pertanian mendorong integrasi kopi dengan ternak kambing/domba di dataran tinggi Banjarnegara, Jawa Tengah. Pengembangan tersebut melalui proyek UPLAND yang dimulai sejak 2021.

Program ini diberikan kepada 33 kelompok tani yang berada di 23 desa di 4 kecamatan di Banjarnegara, meliputi Kecamatan Kalibening, Pagentan, Pejawaran dan Batur. Sekretaris Dinas dan Ketua Project Manajemen Unit (PMU) Project UPLAND Banjarnegara, Herrina Indri Hastuti mengatakan, ada sekitar 24,4 persen wilayah Kabupaten Banjarnegara berada pada wilayah dengan ketinggian di atas 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl) atau wilayah dataran tinggi, terutama di wilayah bagian utara.

Kopi merupakan komoditas perkebunan utama di lokasi dataran tinggi Kabupaten Banjarnegara tersebut. “Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan merupakan komoditas yang diharapkan dapat membantu konservasi lahan dataran tinggi Dieng,” ungkapnya.

Herrina mengatakan, kopi jenis Arabika banyak dikembangkan di lokasi proyek UPLAND Banjarnegara yang meliputi kecamatan Pegentan (935 mdpl), Pejawaran (1.130 mdpl), Batur  dan sebagian Kalibening (1.049 mdpl).

Untuk biji kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara yang diperdagangkan menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) tergolong dalam mutu I dan II dengan nilai cacat fisik kurang dari 25 per 300 gr, dengan kadar air biji maksimum 12,5 persen dan warna hijau keabu-abuan.

Sementara itu, Koordinator BPP Kalibening, Heri Misanto mengaku, di daerah binaanya yaitu, Desa Kalibombong, Kertosari, Majatengah dan Gununglangit, budidaya kopi dan beternak kambing sudah biasa dilakukan masyarkat. Namun sebelum kegiatan UPLAND masuk, akses menuju lahan pertanian masih minim dan sulit untuk dilalui.

“Setelah adanya kegiatan UPLAND, petani/kelompok tani sudah mampu sedikit demi sedikit meningkatkan populasi dari kopi maupun domba,” katanya. Selain itu Heri menambahkan dengan akses jalan menuju lahan yang jauh lebih baik dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan nilai jual dari komoditas yang ditanam petani.

Diakui Heri, kehadiran program UPLAND memberikan dampak yang sangat signifikan bagi petani, khususnya yang tergabung dalam beberapa kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Kalibening. Poktan tersebut yaitu, Poktan Lancar Makmur (Desa Gunung Langit), Poktan Tani Mulya 1  dan Tani Mulya 2 (Desa Kalibombong), Poktan Ngudi Rejeki 3 (Desa Kertosari), Poktan Ngudimulyo dan Poktan Tunas Harapan (Desa Majatengah).  

Kegiatan utama program UPLAND di Kecamatan Kalibening yaitu integrasi pengembangan tanaman kopi dan ternak kambing dengan dukungan fasilitasi infrastruktur penunjang. Diantaranya, jalan usaha tani sepanjang 5.200 meter, pembibitan kopi sebanyak 122.500 bibit, kambing sebanyak 198 ekor, kandang sebanyak 6 unit, rumah kompos 6 unit, rumah jemur 3 unit, peralatan pengolahan kopi 3 unit, appo 6 unit, roda tiga 6 unit, hijauan pakan ternak 6 paket.

“Ada juga kegiatan peningkatan kapasitas baik untuk petani maupun petugas, kegiatan penguatan kelembagaan kelompok tani dan korporasi, fasilitasi pemasaran dan pembinaan teknis budidaya kopi dan ternak kambing,” tambahnya.

Melalui project ini diharapkan upaya peningkatan produksi dan produktifitas komoditas kopi dan ternak kambing/domba Batur. Pendapatan masyarakat atau petani juga meningkat seiring dengan upaya peningkatan nilai tambah. Selain itu dapat terlaksana konservasi sumberdaya, baik sumberdaya lahan atau air, juga konservasi sumberdaya genetik hewan (SDGH).

Beberapa jenis kopi asli nusantara telah banyak dikenal di mancanegara. Namun Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta agar pasar kopi nusantara semakin diperluas. Apalagi banyak penikmat kopi di dunia yang menyuaki kopi Indonesia.  Karena itu, ia berharap, ada upaya serius dan dukungan penuh dari semua pihak untuk memperkuat akselerasi ekspor.

Reporter : Humas Ditjen Perkebunan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018