Senin, 22 April 2024


Kejar LTT, Kementan Optimalkan Lahan dengan Integrasi Kelapa-Jagung

21 Des 2023, 14:00 WIBEditor : Gesha

Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Andi Nur Alam Syah menggelar pencanangan program integrasi komoditas perkebunan dengan tanaman pangan di Sulawesi Selatan (Sulsel). | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Wajo -- Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen mempercepat pencapaian swasembada pangan. Salah satu strateginya adalah melalui gerakan Luas Tanam Tambah (LTT) dengan peningkatan tanaman jagung di berbagai wilayah Indonesia. 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman optimistis akselerasi tanam jagung dan kelapa, serta integrasi komoditas perkebunan dengan tanaman pangan di Sulawesi Selatan, akan memperkuat kemandirian pangan nasional. 

Mewakili Menteri Pertanian, Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Andi Nur Alam Syah menggelar pencanangan program integrasi komoditas perkebunan dengan tanaman pangan di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kali ini, penanaman benih jagung dan kelapa dilakukan di Desa Liu, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulsel. 

Pencanangan itu dilakukan bersama Bupati Wajo, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP), Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Perkebunan (BBP2TP) Surabaya, dan Kepala Balai Proteksi Tanaman Pertanian (BPTP) Pontianak.

Kecamatan Sabbangparu memiliki potensi jagung seluas 2.500 hektar dan kelapa sebesar 3.000 hektar. Sementara, Desa Liu memiliki potensi jagung 207 hektar dan kelapa 175 hektar.

Andi mengungkapkan arahan Menteri Pertanian untuk menanam dan menjaga benih yang telah dikirim pemerintah.

"Ada sekitar 300-400 ha. Pak Kepala Dinas (Kadis), tahun depan kita replanting tanaman kelapa sekitar 300 ha, berarti 36.000-45.000 batang kelapa,” ujarnya. 

Dia berharap tanaman tersebut dapat diselingi dengan jagung, dan pihaknya berencana mengintegrasikan juga dengan tanaman kakao.

Andi menekankan pentingnya para petani menjaga komitmen dan menerapkan sistem budi daya tanaman sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP) untuk mencapai produktivitas maksimal.

"Kita harus optimistis dengan kekayaan sumber daya lahan yang diberikan Allah SWT. Semua ini bisa kita manfaatkan untuk kesejahteraan bangsa dan negara," terangnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018