Jumat, 23 Februari 2024


Tahun 2024, Sederet Tantangan Mengadang Sawit

02 Peb 2024, 11:08 WIBEditor : Yulianto

Petani sawit berharap pemerintah meninjau ulang RPP UU Cipta Kerja | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA---Meski tak memungkiri ada tekanan pasar dalam negeri dan luar negeri, industri sawit Indonesia masih ada asa untuk terus bertumbuh. Banyak keunggulan yang ada dalam minyak sawit ketimbang minyak makan lainnya. Namun demikian, faktor hulu perlu mendapat perhatian serius karena menjadi kunci peningkatan produksi.

Meski masih ada ketidakpastian terhadap pasar ekspor dengan adanya larangan ekspor dari beberapa negara, sehingga akan memengaruhi impor, tapi peluang komoditas sawit masih tetap besar di pasar luar negeri.

Ekonom Senior  Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)Aviliani melihat industri minyak sawit memiliki daya saing tinggi dan masih memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan. Apalagi Indonesia telah lama diakui sebagai salah satu pemasok terbesar minyak kelapa sawit di dunia.

Keunggulan ini tidak hanya terletak pada produksi minyak kelapa sawit, tetapi juga pada produk turunan yang dapat diolah menjadi bahan pangan, memenuhi kebutuhan primer manusia yang terus dicari.

Industri sawit ini memiliki daya tahan yang kuat, terutama karena keterkaitannya dengan kebutuhan primer manusia, seperti pangan. Dalam konteks ini, industri sawit tidak akan pernah kehilangan relevansinya," ungkap Aviliani saat Diskusi Evaluasi Dinamika Kondisi Pengusahaan Kelapa Sawit Tahun 2023 Dan Peluang Serta Tantangan Kedepan yang diselenggarakan Rumah Sawit Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Melihat potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 yang diperkirakan mencapai lebih dari 5 persen, Aviliani menilai sebagai peluang bagi industri minyak sawit. Potensi pasar dalam negeri yang besar dapat dimanfaatkan industri ini. Meskipun demikian, ia mengingatkan perbaikan pada sektor hulu industri sawit perlu dilakukan agar produktivitas dapat meningkat.

“Pertumbuhan ekonomi yang positif dapat menjadi potensi pasar dalam negeri yang menguntungkan bagi industri ini. Namun, untuk memaksimalkan peluang ini, perbaikan pada sektor hulu industri sawit menjadi kunci. Peningkatan produktivitas di hulu akan mendukung daya saing dan keberlanjutan industri ini,” jelas Aviliani.

Sederatan tantangan masih menghadang sawit. Seperti apa? Baca halaman selanjutnya.

 

Reporter : Gesha
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018