Sabtu, 24 Februari 2024


Dengan Penerapan Standar, Pagar Alam Hadirkan Rasa dan Aroma Kopi Terbaik

12 Peb 2024, 15:08 WIBEditor : Gesha

Kopi Pagar Alam hasil pendampingan BPSIP Sumsel | Sumber Foto:BPSIP

Memandu Jalan Menuju SNI

Berdasarkan komitmen KWT Beguyur untuk menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI), BPSIP Sumatera Selatan bertanggung jawab melaksanakan pendampingan penerapan SNI di KWT tersebut pada tahun 2023. Hal ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Peternakan, dan Perikanan Kota Pagar Alam, serta berkolaborasi dengan KLT BSN Sumsel.

Selain komitmen KWT Beguyur, pertimbangan lain dalam pembinaannya adalah legalitas yang jelas. KWT ini telah memiliki berbagai izin dan sertifikat, seperti NIB, PIRT, sertifikat halal, serta merek produk yang terdaftar di Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yang merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan sertifikat SNI.

Dari kunjungan ke rumah produksi, terungkap bahwa KWT Beguyur telah memiliki infrastruktur yang memadai, SDM yang terampil dalam menerapkan standar, dan telah melakukan proses pengolahan kopi sesuai standar. Proses ini meliputi penggunaan bahan baku cherry petik merah, sortasi biji, dan pengolahan green bean dengan kadar air 12.5 persen.

Berdasarkan informasi ini, BPSIP Sumsel menyusun tahapan pendampingan menuju SNI. Tahapan ini meliputi persiapan, pengembangan sistem, tinjauan manajemen dan audit internal, pemilihan Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro), dan proses sertifikasi.

Pada tahap persiapan, koordinasi internal dan eksternal dilakukan, serta dilakukan pelatihan pengenalan standar, analisis kesenjangan, dan pengujian produk. Analisis kesenjangan bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan antara yang sudah dilakukan dengan persyaratan SNI. Rekomendasi dari analisis ini meliputi perbaikan infrastruktur dan peningkatan proses produksi.

Pendampingan dilanjutkan dengan pengembangan sistem, di mana dokumen mutu dibuat sebagai panduan produk. Panduan ini mempertimbangkan standar mutu dan regulasi pemerintah yang berlaku.

Selanjutnya, KWT Beguyur juga berproses dalam mempertajam rasa dan aroma kopi, dengan memperhatikan persyaratan SNI Kopi untuk menyempurnakan proses pengolahan.

Penerapan Standar

Cita-cita KWT Beguyur untuk mengangkat kelas kopi lokal ke tingkat dunia telah terwujud. Dengan usaha keras dan komitmen penuh, mereka telah menempuh setiap tahapan menuju SNI dengan sungguh-sungguh. Meskipun prosesnya tidak mudah dan memerlukan waktu yang cukup panjang, namun KWT Beguyur mampu menghadapinya dengan baik.

Kerjasama yang harmonis antara KWT Beguyur, BPSIP Sumsel, dan KLT BSN Sumsel telah membuahkan hasil. Pada tanggal 27 November 2023, KWT Beguyur berhasil memperoleh Surat Persetujuan Penggunaan Tanda SNI dari BSN. Hal ini merupakan pencapaian besar bagi mereka.

Dengan SPPT SNI Kopi yang diperoleh, KWT Beguyur kini semakin percaya diri untuk mempromosikan produk kopi bubuk dan sangrainya. Mereka telah membuktikan bahwa dengan menerapkan standar yang ketat, mereka mampu menghadirkan rasa dan aroma kopi terbaik kepada konsumen.

Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi KWT Beguyur sendiri, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha lainnya dalam industri kopi lokal untuk terus berkomitmen pada standar mutu dan mengangkat kualitas produk Indonesia ke kancah global.

Penulis : Yeni Eliza Maryana, Suharyanto, Bunaiyah Honorita,  Joni Karman, Sri Harnanik, Sarni, Rizky Wiraswati, Maulana M.Yusuf

Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Sumatera Selatan

 

 

Reporter : BPSIP Sumsel
Sumber : BBPSIP
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018