Minggu, 14 April 2024


Kopyor Cungap Merah, Si Kelapa Unik dengan Produksi Terbaik

14 Mar 2024, 05:40 WIBEditor : Gesha

Kelapa kopyor cungap merah | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dikenal karena dagingnya yang lembut dan beraroma khas, serta kualitasnya yang premium, kelapa Kopyor Cungap Merah telah memikat hati para pecinta kuliner. 

Setelah melalui serangkaian penelitian yang panjang sejak tahun 2009 oleh Tim Peneliti CRC (Coconut Research Centre) Universitas Muhammadiyah Purwokerto berkolaborasi dengan BBPPTP Surabaya, pada tahun 2022 Kelapa Kopyor Cungap Merah (KCM) telah terbukti dan ditetapkan sebagai varietas unggul nasional. Proses ini menjadikan KCM sebagai salah satu tanaman dengan hasil produksi terbaik.

Eksplorasi awal dilakukan di Desa Kedarpan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Salah satu jenis unggul lokal dari kelapa, yaitu kelapa cungap merah (KCM) Purbalingga, menonjol karena memiliki karakteristik unik. Selain memiliki manfaat sebagai obat tradisional, KCM juga memiliki cita rasa yang khas serta warna mayang yang merah keunguan.

Kelapa KCM juga memperlihatkan ciri khas yang tidak ditemukan pada varietas lainnya, yaitu kecambah berwarna merah, ujung akar berwarna merah, bunga betina yang ketika mekar memiliki warna merah keunguan, serta ketika kulit buah muda pada bagian cungap dikupas, juga memiliki warna yang sama.

Kelapa KCM memiliki batang tegak dengan panjang 11 bekas daun sebesar 50.3 cm. Bunga jantan masih banyak ditemukan ketika bunga betina siap dibuahi.

Dengan demikian persentase self pollination pada kelapa KCM cukup tinggi. Meskipun kelapa KCM memiliki bole dalam ukuran kecil terutama ditemukan pada agroklimat dengan air dan perawatan yang baik (blok UMP), namun dengan ciri batang dan self pollination tersebut, maka kelapa KCM dikelompokkan sebagai kelapa genjah.

KCM merupakan kelapa yang termasuk dalam kategori 'eksotis' dan memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya tingginya kandungan antioksidan seperti beta karoten sebanyak 18,43 mg per 100 gram dan antosianin sebanyak 8,01 mg per 100 gram pada sabut, serta 1,28 mg per 100 gram (beta karoten) dan 1,5 mg per 100 gram (antosianin) pada daging buahnya. 

Selain itu, air buahnya juga mengandung anthosianin, yang membuatnya digunakan oleh masyarakat lokal sebagai obat. Selain antioksidan, KCM juga mengandung sejumlah vitamin, asam amino, dan asam lemak yang penting bagi kesehatan tubuh.

Buah KCM telah diyakini secara turun temurun oleh masyarakat sebagai obat. Selain memanfaatkan air buahnya, daging buah kelapa tersebut juga diolah menjadi minyak yang dipercaya memiliki khasiat obat.

Produksi Istimewa 

Produksi total buah kelapa per pohon setiap tahun pada varietas kelapa KCM melebihi yang tercatat pada kelapa Kopyor Genjah Hijau Pati (GHP) serta Kopyor Genjah Coklat Pati (GCP). Potensi produksi buah kelapa KCM mencapai sekitar 170,42 butir per pohon per tahun.

Keunggulan kelapa KCM juga terletak pada isi daging buahnya yang berkisar dari sedang hingga banyak, bahkan ada yang tanpa air, mencapai kisaran 90-92 persen.

Tingkat kemanisan air dan daging buah juga cenderung tinggi, dengan nilai sebesar 5,14 gram gula total per 100 mililiter air dan 5,48 gram gula total per 100 gram daging buah.

Hasil analisis kandungan asam lemak pada air kelapa dan daging buah kelapa KCM menggunakan metode gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) menunjukkan kandungan asam laurat yang signifikan, mencapai kadar tinggi hingga 34,00 persen pada air kelapa dan 29,74 persen pada daging buah, jauh melampaui kadar normal pada air kelapa sebesar 2,85 persen 

Hal yang menarik, Pohon Kelapa Kopyor Cungap Merah yang ditanam di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) oleh Prof. Sisunandar telah diakui dan ditetapkan sebagai pohon induk oleh Direktorat Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Pohon-pohon induk tersebut merupakan satu-satunya pohon induk kelapa kopyor homozygot di Indonesia.

Penelitian mengenai kelapa kopyor cungap merah yang dipimpin oleh Prof. Sisunandar, Ph.D, telah mencapai tahap krusial setelah dimulai sejak tahun 2008.

Tahap awal melibatkan pendaftaran varietas baru pada tahun 2021, diikuti oleh tahap kedua yaitu pelepasan varietas untuk penanaman. Tahap ketiga mencakup penetapan pohon induk sebagai sumber benih berkualitas.

Prof. Sisunandar, Ph.D, telah mengajukan 121 pohon kelapa kopyor cungap merah sebagai pohon induk. Jika berhasil, Kementerian Pertanian akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) yang memungkinkan produksi bibit untuk disertifikatkan dan ditanam oleh masyarakat.

Namun, kelapa kopyor cungap merah tidak dapat langsung ditanam di kebun, melainkan harus melalui tahap kultur embrionik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa tanaman yang tumbuh memiliki akar berwarna merah, yang merupakan tanda khas kelapa kopyor merah.

"Dengan penetapan pohon kelapa kopyor cungap merah sebagai induk, UMP memberikan kontribusi penting dalam memenuhi kebutuhan buah kopyor, terutama dengan keberadaan varietas cungap merah. Varietas ini diharapkan dapat ditanam lebih luas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," jelasnya.

 

 

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018