Minggu, 14 April 2024


Hilirisasi Sawit, Jokowi Resmikan Pabrik Minyak Makan Merah

14 Mar 2024, 14:02 WIBEditor : Gesha

Presiden Jokowi resmi membuka pabrik percontohan minyak makan merah Pagar Merbau di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada hari Kamis (14/3/2024). | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Deli Serdang -- Jokowi percaya bahwa pembukaan pabrik minyak makan merah merupakan langkah positif dalam pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia sebagai bagian dari upaya hilirisasi.

Jokowi menyampaikan hal tersebut ketika ia secara resmi membuka pabrik percontohan minyak makan merah Pagar Merbau di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada hari Kamis (14/3/2024).

Sebagai negara dengan luas kebun kelapa sawit mencapai 15,3 juta hektare, di mana 40,5 persen dimiliki oleh petani, Indonesia terus berupaya meningkatkan nilai tambah produksi dalam negeri.

Kehadiran pabrik minyak makan merah pertama ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi petani kelapa sawit.

Dia menegaskan bahwa keberadaan pabrik tersebut adalah karena pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Dengan membangun pabrik minyak makan merah pertama kali ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi para petani kelapa sawit, terutama yang tergabung dalam koperasi.

Dalam konteks ini, harga TBS (tandan buah segar) tidak akan fluktuatif karena semua diolah menjadi minyak makan merah, sehingga memastikan stabilitas harga.

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa minyak makan merah memiliki keunggulan harga yang lebih kompetitif dibandingkan minyak goreng biasa, serta tetap menjaga kandungan vitamin A dan E.

Menurut Jokowi, ini dapat membuat produk tersebut menjadi pilihan yang tidak hanya sehat tetapi juga ekonomis bagi masyarakat.

Dengan kapasitas produksi 10 ton CPO per hari, pabrik ini diharapkan mampu menghasilkan sekitar 7 ton minyak makan merah setiap harinya.

Oleh karena itu,Jokowi mengajak masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri ini sebagai langkah untuk mendukung pemasaran dan konsumsi produk yang berkelanjutan.

Pembukaan pabrik ini, kata Jokowi, juga merupakan bagian dari upaya hilirisasi, yang merupakan proses meningkatkan nilai tambah komoditas melalui pengolahan menjadi produk jadi.

"Jadi yang hadir di sini, pakai. Saya nanti mau beli mau nyoba juga. Jadi semuanya kalau beli, artinya pemasarannya tidak usah ke mana-mana. Jangan jual TBS, jangan jual CPO, kalau bisa jadikan barang-barang jadi seperti ini. Ini bagus sekali," tegas Jokowi.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018