Kebijakan pemerintah yang menerapkan Bea Keluar (BK) kakao ternyata berdampak positif bagi pertumbuhan industri kakao di dalam negeri. Jika sebelumnya hampir 70% biji kakao diekspor dalam bentuk biji mentah, maka setelah adanya kebijakan tersebut industri berbahan baku terus tumbuh.
“Kebijakan Bea Keluar ini juga mampu membangkitkan industri kakao nasional dan berhasil mengundang investor asing untuk masuk membangun industri pengolahan kakao di Indonesia,” kata Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI), Pieter Jasman kepada Sinar Tani, pekan lalu.
Setidaknya ada empat investor baru yang menanamkan modalnya di Indonesia yakni PT. Asia Cocoa Indonesia (Malaysia) yang membangun industri di Batam dengan kapasitas 120 ribu ton/tahun, PT. Jebe Koko (Malaysia) di Gresik dengan kapasitas 30 ribu ton, PT Barry-Comextra (Swiss) di Makassar 70 ribu ton, dan PT. Cargill Indonesia (AS) di Gresik dengan kapasitas 70 ribu ton.
Bahkan menurut Pieter, dengan berkembangnya industri kakao di Indonesia ikut mendorong industri makanan/minuman berbasis cokelat melakukan ekspansi besar-besaran. PT. Nestle di Karawang yang menyiapkan investasi senilai 200 juta dolar AS, PT. Indofood (Pasuruan) senilai 130 juta dolar AS, PT. Mayora Indah (Tangerang) Rp 750 miliar dan PT. Unilever (Bekasi) Rp 300 miliar. ”Kondisi ini juga mendukung keberhasilan program hilirisasi kakao yang dicanangkan pemerintah,” katanya.
Ekspor produk olahan juga terus meningkat. Bahkan hingga di tahun 2012 sudah mengalami peningkatan 100%. Misalnya pada tahun 2009 hanya 81.993 ton, pada 2012 naik menjadi 256.000 ton. Sebaliknya ekspor biji kakao mentah turun drastis dari semula 439.300 (tahun 2009) menjadi 125 ribu ton pada tahun 2012.
Mengenai Permentan tentang pengolahan dan pemasaran kakao yang pemerintah susun, Pieter mendukung rencana pemerintah tersebut. Permentan mengenai SNI wajib biji kakao fermentasi tentunya baik karena mendorong seluruh produsen dan pelaku kakao nasional menghasilkan dan membeli biji kakao fermentasi.
Informasi lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (info berlangganan SMS ke : 081317575066).
Editor : Julianto