Sunday, 06 September 2026


Tembus Swasembada Gula, Ini Strategi Pemerintah

13 Jun 2025, 15:26 WIBEditor : Yulianto

Tanaman tebu.

TABLOIDSINARTANI.COM, Lumajang---Kementerian Pertanian menyiapkan strategi untuk mencapai swasembada gula nasional. Strategi-strategi ini difokuskan pada peningkatan produktivitas, efisiensi budidaya, pemberdayaan petani secara berkelanjutan dan peningkatan pendapatan petani tebu.

Saat panen dan tanam tebu yang dilaksanakan di Kebun Lumajang 3 AFD, Desa Banter Barat, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Selasa (10/6), Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaimen merinci enam strategi kunci yang akan dilakukan pemerintah secara komprehensif dalam mewujudkan swasembada gula nasional. 

Pertama, melakukan penguatan penyuluhan kepada petani. Kedua, memperbaiki sistem pengelolaan perkebunan tebu. Ketiga, menyediakan sarana produksi, termasuk memberikan kemudahan akses pupuk. Keempat, perbaikan irigasi. Kelima, pengelolaan tanah. Keenam adalah harga harus menguntungkan petani. ”Kalau ini diberesin semua, swasembada jadi kenyataan,” katanya.

Namun Amran mengakui, pelaksanaan keenam strategi tersebut membutuhkan kerja sama lintas sektor, baik pemerintah pusat, daerah, BUMN, maupun swasta. “Alhamdulillah, kita bekerja keras dan bergandengan tangan. Ini tidak bisa diselesaikan sendiri. Ini adalah PR kita bersama. Kita kolaborasi, pasti bisa,” ujarnya.

Amran juga mendorong seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di sektor perkebunan khususnya tebu untuk bergerak secara eksponensial dalam meningkatkan produksi gula nasional.

“Kita harus bergerak eksponensial. Seperti yang sudah terjadi pada sektor pangan, stok beras dan jagung kita saat ini tertinggi sepanjang sejarah kemerdekaan, sekarang giliran tebu yang kita benahi,” ujar Amran pada rapat kerja pengembangan tebu di Kantor PT. SGN di Surabaya, Jawa Timur.

Amran menegaskan, pengembangan tebu nasional akan difokuskan pada dua strategi utama yakni intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi mencakup perbaikan irigasi, penggunaan benih unggul, pengolahan tanah yang efisien, dan penanganan serius terhadap kondisi ratoon.

“Bayangkan, 86 persen ratoon kita sudah 3 keatas, berarti sudah rusak kan. Nah, kita harus selesaikan ini dalam waktu singkat. Paling lambat 3 tahun kita harus bongkar ratoon, seluruhnya harus dibongkar, tidak ada pilihan,” tegas Amran. 

Untuk mendukung intensifikasi, pemerintah siap memberikan bantuan dalam bentuk pupuk bersubsidi, perbaikan infrastruktur pertanian, hingga dukungan benih yang berkualitas melalui sinergi dengan BUMN seperti PTPN.

Sementara untuk ekstensifikasi, pemerintah telah menargetkan perluasan lahan tebu baru hingga 200.000 ha melalui kolaborasi dengan PTPN, sebagai bagian dari total 500.000 ha lahan tebu yang sedang diupayakan.

“Ini bukan target maksimal (lahan), ini target minimal. Bisa mulai disiapkan tahun ini dan diselesaikan paling lambat tiga tahun. Anggaran untuk gula kalau untuk PTPN diperkirakan Rp10 hingga Rp40 triliun,” ucap Amran. 

Pada kesempatan itu, Amran juga mendorong petani untuk menyerap KUR untuk memperbaiki tanaman tebu. “Kredit KUR itu harus disesuaikan. Kalau petani bayar lancar tiap tahun, kenapa tidak bisa ambil lagi? Harusnya tiap tahun bisa diakses tanpa akumulasi yang menghambat. Sekarang ini setelah Rp 500 juta, petani tidak bisa menggambil lagi. Nah ini kan menghambat,” tambahnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018