Sabtu, 06 Desember 2025


Dorong Ekonomi Luwu Utara, Pabrik Sawit Segera Dibangun di Uraso

02 Jul 2025, 13:14 WIBEditor : Herman

ekspose rencana pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS)

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Luwu Utara --- Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menggelar ekspose rencana pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang akan dibangun oleh PT Mitra Andalan Sawit di Desa Uraso, Kecamatan Mappedeceng. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah dan dibuka oleh Penjabat Sekda Luwu Utara, Jumal Jayair Lussa.

Dalam sambutannya, Jumal menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mendukung investasi ini. Ia menilai bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus memperhatikan aspek sosial di tingkat lokal.

"Dukungan dari masyarakat Desa Uraso sangat penting. Ini bentuk apresiasi terhadap rencana investasi yang masuk ke daerah kita. Pemerintah tentu bergerak sesuai regulasi, dan pengusaha juga harus mengikuti prosedur yang telah ditetapkan," ujar Jumal.

Ia berharap ekspose ini mampu menjawab berbagai pertanyaan sekaligus menumbuhkan keyakinan semua pihak. “Ekspose ini mudah-mudahan memuaskan semua pihak, baik dari sisi pemerintah maupun dari sisi pengusaha,” tambahnya.

Dari sisi pertanian, lahan seluas 7,6 hektare yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik merupakan lahan pengganti sawah. Pemerintah menegaskan bahwa area tersebut bukan merupakan kawasan hutan atau kawasan produksi terbatas. Lahan tersebut akan dilengkapi dengan Surat Kepemilikan Lahan (SKP) dan ke depan direncanakan akan dicetak sawah sebagai bentuk kompensasi.

Kepala Dinas PUPR menyatakan bahwa lokasi ini berada dalam kawasan pangan berkelanjutan. “Tahun ini kami telah mengalokasikan 2.800 hektare lahan untuk mendukung program cetak sawah produktif di Luwu Utara,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Luwu Utara, Aspar Syafar, mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik sawit ini diproyeksikan memberi dampak ekonomi yang signifikan. “Kehadiran pabrik ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menekan angka pengangguran di wilayah kita,” kata Aspar.

Dukungan juga datang dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Namun Kepala DPMPTSP Alauddin Sukri mengingatkan agar proses pembangunan tetap mengedepankan kelengkapan administratif dan keberlanjutan lingkungan.

“Secara prinsip kami mendukung, tetapi semua harus sesuai aturan. Pengusaha harus menyelesaikan beberapa persoalan seperti penggantian lahan dan dokumen dari sektor terkait,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan dana CSR. “CSR jangan hanya formalitas. Harus ada kegiatan pendampingan dan pembinaan masyarakat sekitar secara nyata,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pengolahan limbah yang memenuhi standar baku mutu agar tidak berdampak buruk terhadap masyarakat sekitar. “Jangan sampai limbahnya nanti mencemari lingkungan. Semua harus sesuai dengan standar yang berlaku,” katanya.

Perwakilan dari PT Mitra Andalan Sawit, David Prinata Situmeang, menjelaskan secara detail rencana pembangunan pabrik di atas lahan tersebut. Ia mengatakan bahwa proyek ini tidak hanya membangun fasilitas pengolahan, tetapi juga permukiman bagi karyawan dan staf, termasuk rumah karyawan, rumah staf, guest house, kantor, laboratorium, gudang, musholla, hingga kolam penampungan air baku.

"Kami juga menyiapkan instalasi pengolahan limbah (IPAL) yang terdiri dari sembilan kolam, termasuk cooling pond, mixing pond, anaerob pond, aerob pond, dan polishing pond. Ini bentuk komitmen kami terhadap pengelolaan lingkungan," jelas David.

 

 

Reporter : Suriady
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018