Senin, 15 Desember 2025


Sawit Berkelanjutan di Sarolangun, BPDP dan Bapeltan Jambi Berikan Pelatihan Teknis

04 Jul 2025, 10:51 WIBEditor : Herman

Pelatihan Teknis Budidaya Petani Sawit Sorolangun

TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi --- Pemerintah terus menggencarkan upaya peningkatan kapasitas petani kelapa sawit melalui berbagai program pelatihan teknis. Salah satunya terlihat di Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi, sebanyak 89 petani sawit Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, mengikuti pelatihan intensif yang berlangsung selama lima hari, mulai 30 Juni hingga 4 Juli 2025.

Pelatihan ini merupakan hasil kerja sama Bapeltan Jambi dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), yang kini dikenal sebagai BPDP.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang BPDP dalam memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor perkebunan sawit rakyat, yang telah berjalan selama empat tahun terakhir.

“Pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi nasional untuk membangun sektor sawit rakyat yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Hidayat, perwakilan BPDP, saat membuka kegiatan pelatihan.

Pelatihan terbagi ke dalam tiga angkatan (Angkatan III, IV, dan V), masing-masing terdiri dari sekitar 30 petani. Materi pelatihan mencakup aspek teknis budidaya sawit, seperti Good Agricultural Practices (GAP), pengelolaan sarana dan prasarana, teknik panen dan pascapanen, hingga pemetaan lahan.

Para peserta juga diajak terjun langsung ke lapangan melalui praktik di kebun pelatihan serta kunjungan ke perkebunan milik swasta, BUMN, dan petani sukses di wilayah sekitar.

Tak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, BPDP juga mendorong petani memahami pentingnya praktik berkelanjutan dalam industri sawit.

Hal ini dianggap krusial untuk mempertahankan daya saing Indonesia di pasar global yang kini semakin menuntut aspek keberlanjutan dan ketelusuran (traceability) dalam setiap rantai produksinya.

Kepala Bapeltan Jambi, Sugeng Mulyono, dalam sesi pemaparannya menekankan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional yang berperan besar sebagai penyumbang devisa negara di luar sektor migas. Industri sawit juga menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai lini, dari hulu hingga hilir.

“Dengan pendekatan pelatihan semacam ini, kami berharap petani sawit rakyat dapat naik kelas — dari sekadar penghasil komoditas menjadi pelaku usaha yang tangguh, modern, dan berkelanjutan,” tutur Sugeng.

 

Reporter : Ainun Afifah
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018