Thursday, 21 May 2026


Di Kebun Jengkol, Mentan Ungkap Solusi Peningkatan Produksi Tebu

17 Jul 2025, 13:49 WIBEditor : Yulianto

Mentan, Andi Amran Sulaiman saat berdialog dengan petani tebu di Kediri

TABLOIDSINARTANI.COM, Kediri---Pertumbuhan sektor perkebunan berpotensi bisa menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah saat ini bergerak cepat dengan memfokuskan pengembangan pada 14 komoditas perkebunan prioritas. Salah satunya, menggenjot produksi gula (tebu).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat acara Sarasehan Petani di Kebun Tebu Jengkol C5, Kediri, Selasa (15/7) mengatakan, empat solusi strategis yang dirumuskan berdasarkan masukan langsung dari para petani. Langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap keresahan petani dan upaya mendorong swasembada gula nasional.

“Terima kasih kepada Wakil Gubernur Jawa Timur, Bupati Kediri, dan Wali Kota Kediri atas dukungan luar biasa dan proaktif dalam membantu petani kita. Alhamdulillah, hari ini kita telah umumkan beberapa regulasi yang disetujui berdasarkan usulan para petani dari seluruh Indonesia,” ujar Amran.

Pertama, pemerintah memberikan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunga rendah yakni sebesar 6 persen flat untuk petani tebu di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan mendorong petani agar lebih mudah dalam mengakses pembiayaan untuk modal tanam dan budidaya. Kedua, pemerintah memberikan subsidi bibit dan jaminan Harga Pokok Petani (HPP).

“Untuk pertama kami serahkan Rp 200 miliar. Kemudian juga pembelian gula kita siapkan dana 1,5 triliun agar HPP di tingkat petani terjamin ke depan. Kita upayakan ke depan ini secara permanen,” kata Amran.

Selanjutnya, untuk meningkatkan produksi gula perlu dilakukan perbaikan regulasi pupuk bersubsidi. Mentan menyoroti berbagai kendala distribusi pupuk yang menyebabkan turunnya produksi. Mulai dari data petani yang tidak akurat hingga praktik penyelewengan pupuk. Karena itu, Ia menargetkan perbaikan sistem ini selesai dalam waktu maksimal satu bulan.

"Kami minta kepada Direksi Pupuk Indonesia agar menyelesaikan ini dalam waktu dua minggu, paling lambat satu bulan. Kasus serupa juga terjadi pada petani padi di seluruh Indonesia, dan itu bisa kita selesaikan. Petani padi beserta keluarganya mencapai 115 juta orang. Jadi, untuk petani tebu, saya yakin bisa selesai dalam dua minggu,” tuturnya.

Terakhir, Amran mengatakan bahwa perlu dilakukan penindakan tegas terhadap pengecer nakal. Kedepan, pemerintah akan mencabut izin pengecer pupuk subsidi yang terbukti melakukan kecurangan, termasuk menaikkan harga seenaknya. Kebijakan ini berlaku tegas tanpa peringatan, demi menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani.

Diharapkan kedepan produktivitas tebu mampu meningkat dari dari 4 ton/ha menjadi 8 ton/ha. Padahal saat masa kolonial, produktivitas tebu mencapai 14 ton/ha. Hitungan Mentan, jika 100 ribu hektar lahan dilakukan bongkar ratoon, dan hasilnya bisa meningkat dari 4 ton menjadi 8 ton/ha, maka potensi penambahan produksi sebanyak 400 ribu ton.

"Di masa penjajahan kita produsen gula nomor dua dunia. Masa sekarang malah turun? Ini akan kita perbaiki bertahap, mulai dari regulasi hingga budidaya. Targetnya, dalam 3 sampai 4 tahun ke depan kita bisa swasembada gula putih nasional," ungkapnya.

Jawa Timur sebagai sentra tebu juga siap all out meningkatkan produksi tebu. Bagaimana upayanya? Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018