Friday, 13 February 2026


Perkuat Kawasan Kopi seluas 99 Ribu Ha, Kementan Anggarkan Rp 1,23 T

02 Dec 2025, 12:36 WIBEditor : Yulianto

Petani kopi di Sidikalang

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Indonesia menjadi salah satu penghasil kopi utama di dunia, dengan luas perkebunan hampir 1,26 juta dengan produksi mencapai 760.200 ton. Dengan volume produksi sebanyak itu, menjadikan Indonesia memiliki peran strategis di pasar global.

Plt Dirjen Perkebunan, Abdlul Roni Angkat mengatakan, kopi merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan yang mempunyai peran strategis nasional. Kontribusinya bukan hanya pada perekonomian, tapi juga penciptaan lapangan kerja, penghasil devisa, serta sebagai sumber bahan baku industri.

“Namun saat ini kita masih menghadapi tantangan yang perlu kita hadapi bersama mulai dari tantangan ekologis seperti pemanasan global, geografis, ekonomis, hingga socio cultural,” katanya saat Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Pertanian-Starbucks Coffee Company di Jakarta, Selasa (2/12).

Dikatakan, Direktorat Jenderal Perkebunan dalam rancangan pengembangan dan hilirisasi menempatkan komoditas kopi menjadi salah satu komoditas strategis. Upaya pengembangan Kopi terus dilakukan mulai dari pemenuhan kebutuhan benih, peremajaan kebun, hingga perluasan areal tanam untuk mendorong produktivitas kopi serta meningkatkan sektor tenaga kerja.

Untuk memperkuat pengembangan kawasan secara berkelanjutan, Ditjen Perkebunan mencanangkan Program Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kopi 2025–2027. Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas dan keberlanjutan melalui pengembangan kawasan seluas 99.000 hektar dengan total anggaran Rp 1,23 triliun.

Tahun 2025, program pengembangan 13.500 ha dengan anggaran Rp 141,12 miliar. Kemudian tahun 2026: pengembangan meningkat signifikan menjadi 86.000 ha dengan anggaran Rp 142,42 miliar. Selain itu, penyiapan benih kopi 86 juta batang dengan anggaran Rp.950,62 miliar.

Karena itu, Roni menilai, penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi momentum yang sangat penting bagi pengembangan komoditas kopi Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem kopi nasional, khususnya dalam peningkatan kualitas produksi, keberlanjutan usaha perkebunan kopi rakyat, serta penguatan rantai nilai kopi dari hulu hingga hilir.

”Kerja sama ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong daya saing kopi Indonesia di pasar global,” katanya. Roni juga berharap sinergi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi petani kopi, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan perkebunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, ia pun berharap kolaborasi ini dapat melahirkan inisiatif yang memperkuat ketahanan petani, termasuk penerapan budidaya adaptif dan pengembangan varietas yang tangguh terhadap kondisi ekstrim.

”Hilirisasi kopi di tingkat petani juga menjadi prioritas agar nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh masyarakat di sentra-sentra produksi,” katanya.

Bukan hanya itu, ia juga berharap semakin kuatnya keterhubungan antara petani, lembaga riset, industri, dan mitra global, sehingga rantai pasok kopi Indonesia menjadi semakin transparan, inklusif, dan berstandar keberlanjutan.

Kemitraan seperti ini membuka akses terhadap pelatihan, teknologi, dan pasar premium, sekaligus mendorong regenerasi pekebun muda yang akan menjadi penggerak masa depan sektor kopi.

”Dengan kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, kami yakin kopi Indonesia akan tumbuh lebih tangguh, lebih bernilai, dan mampu membawa kesejahteraan lebih besar bagi jutaan keluarga petani di seluruh Nusantara,” katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018