
Persaingan bisnis kedai kopi nasional makin panas. Jawa Barat dan Jawa Tengah saling kejar jumlah coffee shop, menantang dominasi pasar dan menandai ledakan tren “ngopi” sebagai kekuatan ekonomi baru daerah.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Persaingan bisnis kedai kopi nasional makin panas. Jawa Barat dan Jawa Tengah saling kejar jumlah coffee shop, menantang dominasi pasar dan menandai ledakan tren “ngopi” sebagai kekuatan ekonomi baru daerah.
Industri kedai kopi di Indonesia tengah mengalami lonjakan besar. Tren minum kopi yang kian populer bukan hanya soal gaya hidup, tetapi berkembang menjadi penggerak ekonomi baru di berbagai daerah.
Data terbaru hingga Desember 2025 menunjukkan persaingan ketat jumlah coffee shop nasional, khususnya antara Jawa Barat dan Jawa Tengah yang terus memperluas jaringan usaha.
Laporan dari Mebiso dan Goodstats.id mencatat Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan jumlah kedai kopi terbanyak di Indonesia, mencapai 105.397 gerai. Tingginya angka tersebut mencerminkan pertumbuhan pesat sektor kuliner sekaligus meningkatnya minat masyarakat terhadap bisnis kopi.
Ledakan jumlah kedai kopi juga menjadi indikator berkembangnya industri kreatif berbasis UMKM, sekaligus memperlihatkan perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin akrab dengan budaya nongkrong di kedai kopi.
Peta bisnis coffee shop nasional menunjukkan Pulau Jawa masih menjadi pusat pertumbuhan utama. Jawa Barat menempati posisi kedua dengan 88.819 kedai kopi, sementara Jawa Tengah berada di peringkat ketiga dengan 65.983 gerai.
Di tengah dominasi tersebut, Jakarta justru berada di posisi keempat dengan 30.993 kedai. Kondisi ini menandakan bahwa perkembangan industri kopi tidak lagi terpusat di kota metropolitan, melainkan meluas ke wilayah penyangga dan daerah berkembang.
Pertumbuhan agresif jumlah gerai di Jawa Barat dan Jawa Tengah menunjukkan persaingan bisnis yang semakin dinamis. Kedua wilayah ini dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat posisi sebagai pusat industri coffee shop nasional.
Di luar Pulau Jawa, geliat industri kedai kopi juga mulai terlihat. Sumatera Utara masuk dalam lima besar dengan total 22.774 kedai kopi.
Perkembangan ini menunjukkan transformasi daerah penghasil kopi dari sekadar produsen bahan baku menjadi pelaku bisnis ritel modern. Ekosistem kopi yang terbentuk dinilai mampu memperkuat rantai nilai industri, mulai dari petani hingga sektor hilir.
Pertumbuhan jumlah kedai kopi secara masif membuka peluang besar bagi pelaku usaha, terutama UMKM dan investor di sektor kuliner. Tingginya permintaan mendorong berkembangnya berbagai lini usaha pendukung seperti pengolahan biji kopi, distribusi, hingga penyedia perlengkapan barista.
Dengan tren konsumsi yang terus meningkat dan ekspansi bisnis yang semakin luas, industri coffee shop diproyeksikan menjadi salah satu sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Persaingan antarwilayah pun diperkirakan akan semakin ketat seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap bisnis kopi di Indonesia.