Sunday, 07 June 2026


Petani Malang Serbu Program Bongkar Ratoon, Target Gula Nasional Dikebut

03 May 2026, 07:02 WIBEditor : Gesha

Petani Malang ramai ikut program bongkar ratoon, produksi tebu digenjot demi percepatan swasembada gula nasional 2028.

TABLOIDSINARTANI.COM, Malang -- Petani Malang ramai ikut program bongkar ratoon, produksi tebu digenjot demi percepatan swasembada gula nasional 2028.

Program Bongkar Ratoon yang digulirkan Kementerian Pertanian (Kementan) mulai diserbu petani tebu di Kabupaten Malang, Jawa Timur. 

Program peremajaan tanaman ini dinilai jadi kunci untuk mendongkrak produksi sekaligus mengejar target swasembada gula nasional pada 2028.

Program bongkar ratoon sendiri menawarkan sejumlah insentif, mulai dari bantuan bibit hingga dana HOK (Harian Orang Kerja) bagi buruh tani. 

Skema ini membuat minat petani meningkat signifikan.

Di sisi lain, kondisi cuaca di awal Mei 2026 turut memberi warna tersendiri. 

Hujan masih turun di Malang meski sebelumnya diprediksi terdampak El Nino. 

Situasi ini justru dimanfaatkan petani untuk mempercepat pengajuan lahan ke program bongkar ratoon.

Apalagi, masa pengusulan CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) diperpanjang hingga dua minggu ke depan, berbarengan dengan dimulainya musim tebang tebu.

Kondisi ini membuat aktivitas di lapangan meningkat. 

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), kelompok tani (poktan), hingga pemerintah desa bergerak cepat melakukan pendataan, verifikasi berkas, hingga pemetaan lahan.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan juga ikut mengawal jalannya program agar tetap sesuai prosedur.

Ketua Poktan Argo Tani Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Supriyono, mengaku optimistis program ini mampu meningkatkan produksi tebu seperti tahun sebelumnya.

"Tahun kemarin peningkatan produksi bisa 20 sampai 45 persen. Tahun ini kami ajukan sekitar 40 hektare untuk bongkar ratoon," kata Supriyono di sela persiapan musim tebang tebu.

Ia menambahkan, hujan yang masih turun di awal Mei menjadi peluang besar bagi petani untuk ikut program tersebut.

"Kami dorong petani lain segera mengajukan. Waktu tinggal dua minggu, jadi harus gerak cepat," ujarnya.

Menurutnya, kelompok tani saat ini tengah fokus menyelesaikan verifikasi persyaratan dan pemetaan lahan agar pengajuan bisa segera diproses.

Dua pekan ke depan menjadi masa krusial. Seluruh pihak dituntut bergerak cepat dan solid demi memastikan target program tercapai.

Jika berjalan optimal, program bongkar ratoon diyakini mampu menjadi pengungkit utama produksi tebu nasional sekaligus mempercepat tercapainya swasembada gula.

Reporter : Kiswanto
Sumber : PPL Kecamatan Kalipare Kabupaten Malang
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018