
BPDP dan Bapeltan Jambi Latih Pekebun Sawit Produksi Pupuk Organik
TABLOIDSINARTANI.COM, Muaro Jambi --- Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi menggelar Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik bagi 86 pekebun sawit rakyat asal Kabupaten Batang Hari dan Merangin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) yang bertujuan meningkatkan kompetensi petani sekaligus mendorong praktik budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Henrizal, mengatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri sawit di tengah tantangan tingginya biaya produksi dan tuntutan pasar global terhadap produk yang berkelanjutan.
"Petani harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menerapkan praktik perkebunan yang lebih efisien. Pelatihan seperti ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pekebun rakyat," ujarnya saat membuka kegiatan.
Pelatihan yang berlangsung di Aula Sultan Thaha Bapeltan Jambi tersebut dilaksanakan dalam tiga angkatan. Sebanyak 60 peserta berasal dari Kabupaten Batang Hari, sementara 26 peserta lainnya berasal dari Kabupaten Merangin.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pembuatan pupuk organik padat dan cair, pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku, serta teknik aplikasi pupuk yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tanaman kelapa sawit. Selain teori, peserta juga mengikuti praktik langsung agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan di kebun masing-masing.
Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Pelatihan, Muhammad Taufiqur Rohman, menjelaskan bahwa pupuk organik dapat menjadi solusi bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya terus meningkat.
"Melalui pelatihan ini, petani diharapkan mampu memproduksi pupuk sendiri dari bahan yang tersedia di sekitar mereka. Selain menekan biaya produksi, penggunaan pupuk organik juga bermanfaat untuk memperbaiki kualitas dan kesuburan tanah dalam jangka panjang," katanya.
Program SDMPKS yang dijalankan BPDP selama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga penguatan kapasitas petani agar mampu menghadapi tantangan industri sawit yang semakin kompetitif.
Melalui pelatihan ini, para pekebun sawit rakyat diharapkan dapat mengelola kebun secara lebih mandiri, produktif, dan ramah lingkungan, sehingga mendukung keberlanjutan sektor perkebunan sawit nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.