Wednesday, 15 July 2026


Pelatihan Pupuk Organik, BPDP dan Bapeltan Jambi Perkuat Kemandirian Pekebun Sawit

25 Jun 2026, 14:13 WIBEditor : Herman

Pelatiahn Pembuatan pupuk Organik untuk Pekebun Sawit yang dilaksanakan BPDB dan Bapeltan Jambi

TABLOIDSINARTANI.COM, Sengeti – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pekebun kelapa sawit terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan berbasis praktik yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Salah satu langkah nyata dilakukan melalui Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik yang digelar Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi.

Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi teknis pekebun, tetapi juga mendorong kemandirian dalam mengelola usaha perkebunan secara lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Melalui pelatihan tersebut, pekebun dibekali kemampuan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar kebun untuk menghasilkan pupuk organik secara mandiri.

Selama pelatihan berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi teori di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai sesi praktik lapangan. Pendekatan ini diterapkan agar peserta mampu memahami dan menguasai seluruh tahapan pembuatan pupuk organik, mulai dari proses produksi hingga penerapannya di lahan perkebunan.

Pada sesi praktik, peserta diajarkan cara membuat pupuk organik padat dengan memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan seperti pelepah sawit, gulma, kotoran ternak, serta berbagai bahan organik lain yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Proses pencacahan bahan baku, pencampuran, pemberian dekomposer, fermentasi hingga pengemasan dilakukan langsung oleh peserta dengan pendampingan widyaiswara dan instruktur lapangan.

Selain pupuk organik padat, peserta juga memperoleh keterampilan membuat pupuk organik cair (POC) berbahan dasar limbah organik dan aktivator mikroorganisme yang mudah ditemukan di sekitar kebun. POC diperkenalkan sebagai alternatif untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki aktivitas mikroorganisme, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha perkebunan sawit rakyat.

Metode pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik langsung mendapat respons positif dari peserta. Teknologi yang diajarkan dinilai sederhana, mudah diterapkan, dan memiliki manfaat ekonomi yang nyata. Selain mampu memenuhi kebutuhan pupuk secara mandiri, keterampilan tersebut juga membuka peluang usaha baru berbasis produksi pupuk organik di tingkat kelompok tani.

Sebagai bagian dari tindak lanjut pascapelatihan, peserta diarahkan menyusun rencana pengembangan pupuk organik di wilayah masing-masing. Dengan dukungan penyuluh pertanian dan fasilitator, para pekebun diharapkan mampu membentuk unit produksi pupuk organik kelompok yang tidak hanya memenuhi kebutuhan anggota, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.

Pengembangan pupuk organik menjadi salah satu solusi strategis dalam menghadapi tingginya biaya pemupukan. Pemanfaatan limbah organik yang tersedia di sekitar kebun dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus mendukung penerapan budidaya kelapa sawit yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

BPDP sebagai lembaga pengelola dana perkebunan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan daya saing pekebun sawit Indonesia melalui investasi pada pengembangan SDM. Program pelatihan menjadi instrumen penting untuk mencetak pekebun yang tidak hanya menguasai teknik budidaya modern, tetapi juga mampu mengelola usaha tani secara efisien, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Melalui kolaborasi dengan Bapeltan Jambi, BPDP menghadirkan pola pembelajaran yang mengombinasikan teori, praktik lapangan, serta pendampingan berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat transfer teknologi sehingga inovasi yang diperoleh selama pelatihan benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat nyata di tingkat pekebun.

Ke depan, hasil produksi pupuk organik yang dikembangkan oleh pekebun diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan kebun sendiri, tetapi juga berkembang menjadi usaha ekonomi produktif yang dikelola kelompok tani maupun koperasi. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan tidak hanya berupa peningkatan produktivitas tanaman, tetapi juga terciptanya peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat perkebunan.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Bapeltan Jambi terus berkomitmen mendukung program BPDP dalam mencetak SDM pekebun sawit yang profesional, mandiri, dan berdaya saing. Melalui pelatihan berbasis praktik dan penerapan teknologi tepat guna, semakin banyak pekebun sawit rakyat diharapkan mampu mengelola kebunnya secara produktif, efisien, dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan pekebun serta penguatan industri sawit nasional.

 

 

Reporter : Mas Awan
Sumber : Humas Bapeltan Jambi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018