
BPDP dan Bapeltan Jambi mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik ke pekeun sawit Tebo
TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi --- Upaya meningkatkan produktivitas sekaligus mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan terus diperkuat.
Salah satu langkah strategis dilakukan melalui peningkatan kompetensi pekebun, terutama dalam pemanfaatan pupuk organik yang dinilai mampu meningkatkan kesuburan tanah, menekan biaya produksi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali menggulirkan Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 dengan menggandeng Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi untuk menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Angkatan VIII bagi pekebun kelapa sawit rakyat.
Pelatihan yang dibuka secara resmi pada Selasa (4/8) di Aula Sultan Thaha Bapeltan Jambi itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia perkebunan agar mampu menerapkan budidaya kelapa sawit yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing.
Kegiatan dibuka Plt. Kepala Balai Pelatihan Pertanian Jambi, Saptorini, S.TP., M.Si. Turut hadir perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tebo, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, narasumber dari Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), para widyaiswara, serta panitia penyelenggara.
Pada Angkatan VIII ini, sebanyak 30 pekebun kelapa sawit rakyat asal Kabupaten Tebo mengikuti pelatihan selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Agustus 2026. Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung yang dapat diterapkan di kebun masing-masing.
Materi yang diberikan mencakup regulasi dan standar pupuk organik, teknik pembuatan pupuk organik padat dan cair, pemanfaatan limbah perkebunan sebagai bahan baku pupuk, pengujian kualitas pupuk organik, kunjungan lapangan, hingga teknik aplikasi pupuk organik pada tanaman kelapa sawit.
Melalui pelatihan ini, para pekebun diharapkan mampu memanfaatkan potensi limbah perkebunan menjadi pupuk bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya pemupukan tanpa mengurangi produktivitas tanaman. Penerapan pupuk organik juga diyakini dapat memperbaiki kualitas tanah dalam jangka panjang sehingga mendukung keberlanjutan usaha perkebunan rakyat.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Bapeltan Jambi terus memperkuat perannya dalam mencetak SDM pertanian yang unggul melalui berbagai pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.