
Camat Jatisampurna Nata Wirya, Lurah Jatirangga, kader PKK, Ketua RW 16 Nurainah juga warga RW 16 Komplek Polri Jatirangga melakukan tanam pohon bersama
TABLOIDSINARTANI.COM, Bekasi --- Upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat terus dilakukan warga di wilayah Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.
Salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon di Kompleks Polri, RW 16, Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan penghijauan dengan memanfaatkan lahan dan fasilitas umum (fasum) agar lebih produktif serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Penanaman pohon tersebut dihadiri Camat Jatisampurna Nata Wirya, Lurah Jatirangga, kader PKK, Ketua RW 16 Nurainah, serta sejumlah warga yang turut ambil bagian dalam kegiatan.
Pohon yang ditanam merupakan bantuan dari Wali Kota Bekasi. Keberadaan bantuan tersebut diharapkan tidak hanya mempercantik lingkungan permukiman, tetapi juga memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang sekaligus meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua RW 16, Nurainah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi, mulai dari wali kota dan wakil wali kota, Camat Jatisampurna hingga Lurah Jatirangga yang telah memberikan kepercayaan kepada wilayahnya untuk menjadi bagian dari kegiatan penanaman pohon.
“Kami RW 16 berterima kasih karena telah diberi kesempatan menyiapkan lahan untuk menanam pohon. Ini kami persiapkan untuk 5 sampai 10 tahun ke depan agar Jatirangga dan Jatisampurna menjadi daerah yang lebih dingin, bersih dan damai,” ujar Aina.

Menurutnya, pohon-pohon yang telah ditanam akan dirawat bersama oleh warga agar dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Insyaallah akan kami rawat agar tumbuh dengan subur. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan dalam kegiatan penanaman pohon ini,” katanya.
Sementara itu, Camat Jatisampurna Nata Wirya mengatakan kegiatan penanaman pohon di RW 16 tetap dilaksanakan meski agenda penanaman pohon secara serentak se-Kota Bekasi mengalami penundaan.
“Hari ini kita berada di wilayah RW 16 Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, melakukan penanaman dengan mendapat bantuan pohon dari Wali Kota Bekasi,” kata Nata.
Ia menjelaskan, RW 16 dipilih karena dinilai telah memiliki kesiapan, baik dari sisi lahan maupun sumber daya masyarakat yang akan melakukan perawatan tanaman.
“Wilayah RW 16 ini sudah siap, baik lahannya maupun tim dari Bu RW yang akan merawat pohon-pohon ini. Kami yakin tanaman yang ditanam di sini nantinya akan dirawat dengan baik sehingga bisa tumbuh subur hingga berbuah dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Nata juga mengajak masyarakat untuk semakin gemar menanam pohon di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Menurutnya, penghijauan menjadi semakin penting di tengah perubahan cuaca yang semakin ekstrem dan terus berkurangnya ruang terbuka hijau.
“Kami menganjurkan kepada masyarakat untuk gemar menanam pohon. Kegiatan di sini kami harapkan bisa menjadi motivasi bagi masyarakat agar semakin gemar menanam,” katanya.
Ia bahkan membayangkan jika setiap rumah di Jatisampurna menanam sedikitnya dua pohon, maka dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun kawasan tersebut dapat kembali menjadi wilayah yang hijau dan lebih nyaman.

“Minimal kalau semua masyarakat satu rumah menanam dua pohon, maka lima sampai sepuluh tahun ke depan Jatisampurna akan kembali menjadi hijau,” tuturnya.
Selain melakukan penghijauan, masyarakat RW 16 Jatirangga juga telah memanfaatkan fasilitas umum dan lahan kosong untuk kegiatan produktif.
Kader PKK bersama warga mengubah sejumlah lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan menjadi area perkebunan dan taman lingkungan. Berbagai tanaman pangan seperti cabai, terong, singkong dan tanaman lainnya ditanam di kawasan tersebut.
Langkah ini dinilai menjadi contoh nyata bagaimana lahan kosong di lingkungan permukiman dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat.
Pemanfaatan fasum tersebut tidak hanya membuat lingkungan menjadi lebih hijau dan asri, tetapi juga mendorong warga untuk menghasilkan bahan pangan secara mandiri.
Dengan menggabungkan gerakan penghijauan dan pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan, warga RW 16 berharap lingkungan tempat tinggal mereka semakin produktif, sejuk dan nyaman.
Kegiatan penanaman pohon ini pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Perawatan secara berkelanjutan menjadi kunci agar pohon yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.
Semangat warga RW 16 tersebut sekaligus menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan dapat dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat, yakni dari halaman rumah, lahan kosong dan fasilitas umum di lingkungan permukiman.