
27 peserta dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengikuti Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan II.
TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi – Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi kembali memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit. Sebanyak 27 peserta dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengikuti Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan II.
Pelatihan resmi dibuka pada 26 Agustus 2026 di Aula Sultan Thaha, Bapeltan Jambi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan SDM perkebunan dalam menyediakan data dan informasi yang akurat sebagai dasar pengelolaan perkebunan kelapa sawit.
Pembukaan pelatihan dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Ir. Rumusdar, jajaran manajemen Bapeltan Jambi, widyaiswara, serta panitia penyelenggara.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Pelatihan, Muhammad Taufiqur Rohman, S.P., M.Si. Ia menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan para peserta dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Ia meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius, baik materi teori maupun praktik. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
“Diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, baik teori maupun praktik. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh nantinya dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan,” ujarnya.
Pelatihan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Ir. Rumusdar.
Dalam arahannya, Rumusdar menekankan bahwa kemampuan melakukan pemetaan menjadi salah satu kompetensi penting untuk mendukung tata kelola perkebunan kelapa sawit yang tertib, akurat, dan sesuai dengan kebijakan pemerintah.
Menurutnya, data spasial yang menggambarkan lokasi dan kondisi perkebunan memiliki peran penting dalam proses perencanaan, pengawasan, hingga pengambilan kebijakan.
Dengan pemetaan yang dilakukan secara tepat, kondisi perkebunan di lapangan dapat diketahui secara lebih jelas. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar untuk mendukung penataan dan pengelolaan perkebunan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pemetaan ini penting karena data yang akurat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan melakukan pengelolaan perkebunan secara lebih baik. Oleh karena itu, kompetensi peserta dalam melakukan pemetaan perlu terus ditingkatkan,” ujar Rumusdar.
Kemampuan pemetaan juga tidak hanya berkaitan dengan penyediaan data. Kompetensi tersebut dapat mendukung berbagai aspek tata kelola perkebunan, mulai dari pengawasan, legalitas, perencanaan, peningkatan produktivitas, hingga pengembangan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan II merupakan kerja sama antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Bapeltan Jambi melalui Program Peningkatan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan data di lapangan.
Sebanyak 27 peserta dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat diharapkan mampu memahami sekaligus menerapkan teknik pemetaan secara tepat. Dengan begitu, kualitas data perkebunan di daerah dapat semakin baik dan mampu mendukung proses perencanaan maupun pengambilan kebijakan.
Pelatihan ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas SDM perkebunan. Sebab, pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang efektif tidak hanya membutuhkan sumber daya dan teknologi, tetapi juga ditopang oleh ketersediaan data yang akurat serta tenaga yang memiliki kompetensi memadai.
Melalui peningkatan kemampuan pemetaan, SDM perkebunan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat diharapkan semakin siap menghadapi kebutuhan tata kelola perkebunan yang semakin kompleks sekaligus mendorong pengelolaan kelapa sawit yang lebih tertib, produktif, dan berkelanjutan.