
Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan III
TABLOIDSINARTANI.COM, Jambi -- Pengelolaan perkebunan kelapa sawit kini semakin membutuhkan dukungan data yang akurat dan teknologi yang tepat. Kondisi tersebut membuat peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lapangan menjadi salah satu kebutuhan penting.
Menjawab tantangan itu, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi kembali memperkuat kapasitas SDM perkebunan melalui Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan III.
Pelatihan yang merupakan bagian dari Program Peningkatan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 tersebut resmi dibuka di Aula Sultan Thaha, Bapeltan Jambi, pada 26 Agustus 2026.
Sebanyak 32 peserta dari Kabupaten Tebo mengikuti pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis dalam melakukan pemetaan lokasi perkebunan kelapa sawit.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan data spasial perkebunan yang lebih akurat, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam mendukung perencanaan dan pengelolaan perkebunan di lapangan.
Pembukaan pelatihan dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi Ir. Rumusdar, jajaran manajemen Bapeltan Jambi, widyaiswara, serta panitia penyelenggara.
Ketua Tim Kerja Penyelenggaraan Pelatihan, Muhammad Taufiqur Rohman, S.P., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta.
Ia meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran secara aktif dan memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memperkuat kemampuan teknis.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kompetensi. Apa yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dan memberikan dampak bagi pelaksanaan tugas di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Ir. Rumusdar, secara resmi membuka kegiatan pelatihan.
Menurutnya, pemetaan memiliki peran penting dalam membangun tata kelola perkebunan yang berbasis data. Ketersediaan data spasial yang akurat mengenai lokasi perkebunan dapat menjadi pijakan pemerintah dalam menyusun perencanaan, melakukan pengawasan, hingga merumuskan kebijakan.
“Pemetaan ini penting karena data yang akurat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan melakukan pengelolaan perkebunan secara lebih baik. Oleh karena itu, kompetensi peserta dalam melakukan pemetaan perlu terus ditingkatkan,” ujar Rumusdar.
Ia menambahkan, kemampuan melakukan pemetaan semakin dibutuhkan seiring dengan pengelolaan perkebunan yang kini semakin mengandalkan data dan teknologi.
Data hasil pemetaan yang dilakukan secara tepat dapat memberikan gambaran kondisi perkebunan secara lebih menyeluruh. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aspek legalitas, pengawasan, produktivitas, penataan wilayah, hingga mendukung keberlanjutan perkebunan kelapa sawit.
Karena itu, peningkatan kapasitas SDM di tingkat pelaksana dinilai menjadi bagian penting dalam memastikan data perkebunan yang tersedia benar-benar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan.
Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit Angkatan III ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Bapeltan Jambi melalui Program Peningkatan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026.
Sebanyak 32 peserta dari Kabupaten Tebo diharapkan tidak hanya memahami teori pemetaan, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat dan sistematis di lapangan.
Dengan meningkatnya kompetensi tersebut, data perkebunan yang dihasilkan diharapkan semakin akurat dan dapat menjadi salah satu fondasi dalam memperkuat tata kelola perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tebo.
Pada akhirnya, penguatan SDM melalui pelatihan pemetaan ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang semakin tertib, berbasis data, efektif, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.