Monday, 12 October 2026


BPDP Gandeng Bapeltan Jambi, Bekali Pekebun Sawit Papua Barat Teknik Panen

10 Sep 2026, 15:49 WIBEditor : Herman Pratikno

Petani Sawit Manokwari mengikuti Pelatihan Panen dan Pascapanen Angkatan I

TABLOIDSINARTANI.COM, Manokwari ---  Kualitas hasil kelapa sawit tidak hanya ditentukan oleh perawatan tanaman, tetapi juga oleh ketepatan saat panen hingga penanganan hasil. Menyadari pentingnya hal tersebut, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi membuka Pelatihan Panen dan Pascapanen Angkatan I bagi pekebun kelapa sawit di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (9/9).

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit, khususnya dalam meningkatkan kemampuan teknis pekebun di lapangan.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dengan Bapeltan Jambi, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Kementerian Pertanian.

Pembukaan pelatihan dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Papua Barat.

Hadir juga Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Manokwari, Kepala Bidang Perkebunan Kabupaten Manokwari, serta perwakilan Polbangtan Manokwari.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Bapeltan Jambi, Saptorini, S.TP., M.Si menekankan bahwa peningkatan kapasitas pekebun merupakan bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.

“Peningkatan kapasitas pekebun menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang efektif, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, panen dan pascapanen merupakan tahapan yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Kesalahan dalam menentukan waktu panen maupun penanganan hasil dapat berdampak terhadap kualitas produksi dan meningkatkan potensi kehilangan hasil.

“Pengelolaan panen dan pascapanen menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian. Kemampuan pekebun dalam melaksanakan panen dan menangani hasil secara tepat akan berpengaruh terhadap kualitas hasil serta tingkat kehilangan hasil,” katanya.

Melalui pelatihan tersebut, para pekebun mendapatkan penguatan kemampuan teknis terkait pelaksanaan panen dan penanganan hasil. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu pekebun menjaga kualitas hasil kelapa sawit sekaligus menekan kehilangan hasil di tingkat kebun.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga didorong aktif selama pelatihan. Mereka diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dengan fasilitator, mengajukan pertanyaan, serta berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan kebun.

“Peserta diharapkan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara aktif, berdiskusi, bertanya kepada fasilitator, serta berbagi pengalaman dan permasalahan yang dihadapi di lapangan,” lanjutnya.

Pembelajaran yang diperoleh selama pelatihan akan semakin bermanfaat apabila dapat diterapkan secara langsung di kebun. Karena itu, peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi mampu membawa pengetahuan dan keterampilan baru tersebut ketika kembali menjalankan aktivitas perkebunan.

“Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan secara langsung setelah peserta kembali ke kebun masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan dampak lebih luas terhadap pengelolaan usaha perkebunan kelapa sawit di Papua Barat. Peningkatan kompetensi pekebun diharapkan tidak hanya memperbaiki praktik panen dan pascapanen, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan pekebun.

“Harapannya, pelatihan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan nyata dalam pengelolaan usaha perkebunan dan memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas serta kesejahteraan pekebun kelapa sawit,” pungkasnya.

Reporter : Mas Awan
Sumber : Humas Bapeltan Jambi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018