Monday, 12 October 2026


Tekan Biaya Produksi, BPDP dan Bapeltan Jambi Ajari Pekebun Sawit Bikin Pupuk Organik

10 Sep 2026, 16:24 WIBEditor : Herman Pratikno

Pekebun sawit Manokwari Mendapat Pelatihan dari BPDP bekerjsama dengan Bapeltan Jambi

TABLOIDSINARTANI.COM, Manokwari --- Upaya meningkatkan kemandirian pekebun kelapa sawit terus didorong melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan di tingkat lapangan. Salah satunya dilakukan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi melalui pelatihan pembuatan dan aplikasi pupuk organik bagi pekebun di Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Pelatihan Pembuatan dan Aplikasi Pupuk Organik Angkatan I dan II tersebut diikuti 51 pekebun. Sebanyak 25 peserta mengikuti Angkatan I, sedangkan 26 peserta lainnya mengikuti Angkatan II.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) perkebunan kelapa sawit, sekaligus mendorong pekebun agar semakin mampu mengelola kebunnya secara mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

Bapeltan Jambi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian, turut mengambil peran dalam memberikan pembekalan teknis kepada para pekebun.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Bapeltan Jambi, Saptorini, S.TP., M.Si., menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM dalam menghadapi berbagai tantangan pengelolaan perkebunan kelapa sawit.

Menurutnya, tantangan pekebun saat ini tidak hanya berkaitan dengan bagaimana meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi juga bagaimana menekan biaya produksi serta menjaga keberlanjutan pengelolaan kebun.

"Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang efektif, efisien, dan berkelanjutan," ujar Saptorini.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk membuat serta mengaplikasikan pupuk organik secara mandiri.

Pemanfaatan pupuk organik secara tepat diharapkan dapat membantu memperbaiki kesuburan tanah sekaligus menjadi salah satu alternatif untuk menekan biaya produksi yang harus dikeluarkan pekebun.

Langkah tersebut dinilai penting karena efisiensi biaya menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan usaha perkebunan, terutama bagi pekebun yang harus menghadapi berbagai kebutuhan produksi secara berkelanjutan.

Lebih dari sekadar mengikuti pelatihan, para peserta juga didorong untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah kembali ke kebun masing-masing.

Dengan demikian, materi yang diberikan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat langsung diuji dan disesuaikan dengan kondisi kebun di lapangan.

Para pekebun juga diharapkan tidak menyimpan pengetahuan tersebut untuk diri sendiri. Mereka didorong untuk membagikan pengalaman dan keterampilan yang diperoleh kepada anggota kelompok tani maupun pekebun lainnya.

Pola berbagi pengetahuan ini diharapkan mampu memperluas dampak pelatihan sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh 51 peserta, tetapi juga menjangkau lebih banyak pekebun kelapa sawit di Papua Barat.

Jika diterapkan secara konsisten, peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas kebun, efisiensi usaha, sekaligus kesejahteraan pekebun.

Pembukaan pelatihan turut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Papua Barat, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Manokwari, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Manokwari, serta perwakilan Polbangtan Manokwari.

Pelaksanaan pelatihan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara BPDP, Bapeltan Jambi, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait dalam memperkuat pembangunan SDM perkebunan kelapa sawit.

 

Reporter : Mas Awan
Sumber : Humas Bapeltan Jambi
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018