Monday, 12 October 2026


BPDP dan Bapeltan Jambi Perkuat SDM Sawit Papua Barat Lewat Pelatihan ISPO

10 Sep 2026, 16:38 WIBEditor : Herman Pratikno

Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Kelapa Sawit Angkatan II yang digelar di Manokwari, Papua Barat

TABLOIDSINARTANI.COM, Manokwari --- Pengembangan perkebunan kelapa sawit di Papua Barat tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi. Di tengah tuntutan pengelolaan perkebunan yang semakin berkelanjutan, kualitas sumber daya manusia (SDM) pekebun menjadi salah satu kunci agar potensi sawit dapat berkembang secara optimal.

Pekebun kini dituntut tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas kebun, tetapi juga memahami berbagai aspek pengelolaan perkebunan. Mulai dari legalitas lahan, tata kelola kebun, pengelolaan lingkungan, hingga penerapan standar keberlanjutan menjadi bagian penting yang perlu dikuasai.

Kebutuhan tersebut menjadi perhatian dalam Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Salah satu upayanya diwujudkan melalui Pelatihan Implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) Kelapa Sawit Angkatan II yang digelar di Manokwari, Papua Barat, pada 7–12 September 2026.

Sebanyak 31 peserta yang terdiri atas pekebun, keluarga pekebun, serta SDM perkebunan kelapa sawit lainnya mengikuti pelatihan tersebut.

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep keberlanjutan, tetapi juga dibekali pemahaman mengenai bagaimana prinsip-prinsip ISPO dapat diterapkan dalam pengelolaan kebun sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jambi dipercaya sebagai lembaga pelaksana kegiatan. Proses pembelajaran dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai tata kelola perkebunan kelapa sawit yang memenuhi prinsip keberlanjutan.

Beragam materi diberikan kepada peserta, mulai dari kebijakan, prinsip dan kriteria ISPO, legalitas lahan dan kebun, manajemen kebun, hingga pengelolaan serta pemantauan lingkungan.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai peningkatan usaha secara berkelanjutan serta prosedur sertifikasi ISPO. Untuk memperkuat pemahaman, pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi dilengkapi dengan praktik dan kunjungan lapangan.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat peserta lebih mudah memahami hubungan antara standar ISPO dengan praktik pengelolaan kebun yang mereka jalankan.

Dengan demikian, ISPO tidak berhenti sebagai pengetahuan mengenai standar dan sertifikasi, tetapi dapat diterapkan sebagai bagian dari tata kelola perkebunan yang lebih tertib, produktif, dan ramah lingkungan.

Penguatan kapasitas SDM menjadi semakin penting seiring dengan berkembangnya potensi perkebunan kelapa sawit di Papua Barat. Pekebun yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai diharapkan mampu mengelola kebunnya secara lebih baik sekaligus menghadapi tuntutan terhadap praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Melalui dukungan BPDP dan pelaksanaan pelatihan oleh Bapeltan Jambi, pengembangan SDM diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan pekebun agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga mampu membangun usaha perkebunan yang memiliki tata kelola baik dan memenuhi prinsip-prinsip keberlanjutan.

Reporter : Mas Awan
Sumber : Humas Bapeltan Jambi
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018