Thursday, 16 July 2026


Bantuan Peremajaan Sawit Akhirnya Mengucur

12 Apr 2016, 10:16 WIBEditor : Clara Agustin

Wajah senang terpancar dari Pawito Saring saat menerima persetujuan bantuan peremajaan kebun sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP Sawit) di Jakarta, beberapa waktu lalu. Pawito secara simbolis menerima persetujuan bantuan peremajaan kebun sawit rakyat dari Direktur Utama BPDP Sawit, Bayu Krisnamurthi.

 “Kami sangat berterima kasih sekali dengan adanya bantuan peremajaan sawit. Ke depan, kami berharap dapat menginspirasi rekan-rekan petani sawit lainnya untuk dapat segera melaksanakan peremajaan kebun,” ujar Pawito yang mendapat amanah dari sesama pekebun sawit yang menjadi Ketua KUD Mulus Rahayu, Riau.

Bantuan tersebut memberikan ‘nafas segar’ bagi petani/pekebun sawit yang tanamannya makin uzur, termakan usia. Kini lebih dari 135 petani kelapa sawit KUD Mulus Rahayu (Riau) mendapatkan kesempatan perdana mewakili petani kelapa sawit Indonesia untuk menerima bantuan peremajaan kebun sawit rakyat.

KUD Mulus Rahayu yang terletak di Desa Delima Jaya, Kec. Kerinci Kanan, Kab. Siak, Riau menerima persetujuan bantuan peremajaan kebun kelapa sawit perdana dari BPDP Sawit untuk peremajaan kebun seluas 310 ha. “Rata-rata pohon kelapa sawit kami sudah berusia 28 tahun. Makanya produktivitasnya semakin menurun. Saya mewakili petani sawit, sangat senang menerima bantuan dana untuk peremajaan,” kata Pawito.

Direktur Utama BPDP Sawit, Bayu Krisnamurthi mengatakan, saat ini sudah ada dua koperasi yang mendapatkan dana bantuan peremajaan dari BPDP Sawit yakni KUD Mulus Rahayu dan Koperasi Sawit Mandian Jaya yang berada di Riau. “Ini sudah ditandatangani antara petani, perbankan dan perusahaan sawit dalam peremajaan perkebunan sawit rakyat,” katanya.

Penandatanganan dilakukan KUD Mulus Rahayu yang berada di Desa Delima Jaya, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau dengan Bank Syariah Mandiri.  Dalam proses peremajaan mendapat dukungan teknis dari PT Indo Sawit Subur (Asian Agri Group).

Kebun yang diremajakan adalah ex-plasma seluas 270 ha yang dimiliki 135 kepala keluarga (KK) petani. Nilai pembiayaan peremajaan yang disepakati Rp 16,48 miliar (kurang lebih Rp 61 juta ha) selama 11 tahun. “Bantuan Dana Sawit (BPDP Sawit) yang kami berikan untuk KUD ini sebesar Rp 6,75 miliar atau sekitar Rp 25 juta per ha, yakni 41% dari total pembiayaan,” ujar Bayu.

Sedangkan Koperasi Sawit Mandian Jaya yang mempunyai lokasi kebun di Desa Bandar Padang dan Desa Bukit Meranti, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau menjalin kerjasama dengan Bank BRI Agro. Dukungan teknis dan kesepakatan pembelian hasil oleh PT Smart Tbk (Sinar Mas Group).

Peremajaan di kebun swadaya seluas 400 ha yang dimiliki 200 KK petani. Nilai kredit yang disepakati Rp 24,7 miliar atau sekitar Rp 61,7 juta/ha selama 13 tahun. Bantuan dana sawit sebesar Rp 10 miliar atau Rp 25 juta/ha (40,5% dari total pembiayaan).

“Yang jelas BPDP Sawit memfasilitasi dan mendukung pelaksanaan kesepakatan kerjasama petani, perbankan, dan perusahaan sawit dalam peremajaan perkebunan rakyat,” kata Bayu.

Dukungan Teknis Swasta

Sementara itu Managing Director Asian Agri, Kelvin Tio mengatakan, pihaknya menyambut baik serta mendukung dengan adanya peremajaan perkebunan sawit. PT Indo Sawit Subur (Asian Agri Grup) memberikan dukungan teknis dan kesepakatan pembelian hasil dari kelapa sawit milik KUD Mulus Rahayu yang sudah diremajakan.

“Hal ini didasarkan atas pentingnya pengelolaan perkebunan sawit secara berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit,” ujarnya. Asian Agri sudah berpengalaman dalam persiapan peremajaan petani plasma sejak 2008 dengan mengajak petani mempersiapkan pendapatan alternatif. Caranya, dengan memberikan pelatihan dan bantuan pemeliharaan ternak, unggas, hortikultura, palawija, dan pelatihan-pelatihan kebersamaan.

Tahun ini, Asian Agri berencana mendampingi peremajaan kebun sawit rakyat seluas 2.402 ha. Tahun depan rencananya akan ada pendampingan peremajaan seluas 4 ribu ha di Riau dan 600 ha di Jambi. “Dalam peremajaan kebun sawit, kami memperkuat kemitraan yang selama ini telah terjalin petani,” ujar Kelvin. Cla/Yul

Syarat Penerima Bantuan

Untuk mendapatkan bantuan peremajaan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi petani/pekebun. Menurut Direktur Utama BPDP Sawit, Bayu Krisnamurthi, syaratnya di antaranya pekebun rakyat dengan luas lahan 4 ha. Sedangkan luasan untuk kelompok tani/pekebun sawit kurang lebih 300 ha.

Petani/pekebun juga harus membentuk koperasi dan mau menjalin kerjasama dengan perbankan. Selain itu, lahan kebun sawit yang dikelola petani potensial untuk mendapatkan sertifikat ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). “Itu syarat-syarat yang kami ajukan,” kata Bayu.

Saat ini BPDP Sawit tengah memasuki proses penyelesaian dukungan peremajaan 4.396 ha perkebunan rakyat dan terkait 2.140 petani dan 12 koperasi. Koperasi tersebut yakni, tiga KUD di Palalawan dan Siak (Riau), delapan KUD dan Koperasi Sawit di Musi Banyuasin (Sumsel), dan satu koperasi di Aceh. Dengan bantuan dana sawit senilai kurang lebih Rp 109,9 miliar.

“Kami juga mendukung rencana Bank BRI membiayai peremajaan 9.994 ha di Riau dan Sumsel dengan kredit senilai kurang lebih Rp 600 miliar dan bantuan Dana Sawit kurang lebih Rp 249, 8 miliar,” ungkap Bayu. Cla/Yul

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018