Sabtu, 15 Desember 2018


Komoditas Tebu Masih Unggulan di Provinsi Lampung

05 Okt 2018, 14:39 WIBEditor : Gesha

Kepala Bidang Produksi Prasarana dan Sarana Perkebunan Provinsi Lampung, Desty Arisandi | Sumber Foto:Indarto

TABLOIDSINARTANI.COM , Jakarta ---Selain lada hitam dan kopi, Provinsi Lampung juga dikenal sebagai penghasil tebu dengan produktivitas cukup tinggi. Bahkan, tebu pada tahun ini masih menjadi komodiats unggulan provinsi tersebut.

Kepala Bidang Produksi Prasarana dan Sarana Perkebunan Provinsi Lampung, Desty Arisandi mengatakan, produksi tebu yang dikembangkan di Lampung mampu memberi kontribusi sebesar 29,81 persen terhadap produksi tebu nasional.

Komoditas tebu tersebut dikembangkan di lima kabupaten, seperti Kabupaten Lampung Tengah, Utara, Way Kanan, Tulang Bawang dan Tulang Bawang Barat.

“Luas arealnya juga terus bertambah.  Pada tahun 2014 dikembangkan di lahan seluas 117.453 ha, tahun 2015 di lahan 120.814 ha dan tahun 2016 di lahan seluas 117.067 ha,” papar Desty, di Jakarta, Jum'at (5/10).

Desty juga menyebutkan,  komoditas tebu di Lampung dikembangkan oleh sejumlah Perusahaan Besar Negara (PBN) dan Perusahaan Besar Swasta (PBS). Perusahaan tersebut juga menggandeng  petani tebu di sekitarnya dengan pola inti rakyat.

“Saat ini ada satu perusahan besar negara dan lima perusahaan besar swasta yang berperan penting mendorong produksi tebu di Lampung,” sebut Desty.

Contohnya, PT Gunung Madu (12 ribu ton cane per day), PT Gunung Putih Mataram (12 ribu tcd) , PT Sweet Indo Lampung (11.500 tcd) , PT Indo Lampung Perkasa (10 ribu tcd), PTPN VII Bunga Mayang (6 ribu tcd), dan PT PSMI (7 ribu tcd).

Untuk diketahui, produksi tebu di Lampung sebanyak 768 ribu ton/tahun, atau nomor dua setelah Jawa Timur yang produksi gulanya sebesar 1.260.632 ton/tahun.

“Namun, produktivitas tebu di Lampung paling tinggi dibanding  9 daerah lainnya, yakni 6.547 kg/ha,” papar Desty.

Tercatat, Jawa Timur yang memiliki luas lahan tebu paling luas (219.111 ha) dengan produktivitas hanya 5.753 kg/ha. Karena lahannya cukup luas, Jawa Timur sampai saat ini masih menjadi pemasok utama kebutuhan gula nasional (48,88%). 

Karena itu, Lampung masih menjadi daerah yang sangat potensial untuk pengembangan tebu. 

Selain produktivitasnya tinggi, Pemprov Lampung masih membuka peluang calon investor yang tertarik mengembangka komoditas tebu.

"Tahun 2018 Pemprov Lampung mengembangkan tebu di lahan seluas 450 ha. Pemprov Lampung juga melakukan rawat ratoon di lahan seluas 450 ha,” tutup Desty. (idt)

 

 

 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018