Tuesday, 22 September 2020


Cengkeh, Harta Karun Terpendam di Gunung Wilis

22 Oct 2018, 17:10 WIBEditor : Gesha

Penyuluh dari BPP Kecamatan Mojo, Kediri, Bambang menuturkan lereng Gunung Wilis punya harta terpendam berupa lahan cengkeh | Sumber Foto:Dodik

TABLOIDSINARTANI.COM, Kediri --- Siapa yang tidak mengenal Gunung Wilis?Keadaan hutan yang alami menjadi pesona tersendiri. Di sisi lain lereng, lahan cengkeh juga bagian terpendam disana.

Seperti yang diungkapkan Penyuluh BPP Kecamatan Mojo, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, Bambang. Tercatat ada sekitar 1588 hektar lahan cengkeh kepunyaan masyarakat di lereng Gunung Wilis.

“Harga cengkeh di pasaran saat ini memang sedang tinggi. Makanya petani di Desa Blimbing  lebih senang melakukan usaha tani cengkeh,” katanya usai penyuluhan pertanian di Desa Blimbing, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri (Jawa Timur) yang merupakan hasil kerjasama Kodim 0809/Kediri bersama Dinas Pertanian Kabupaten Kediri dalam rangka TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa), Minggu (21/10).

Harga cengkeh kering di Desa Blimbing sekarang bisa menembus angka Rp 119 ribu hingga Rp 121 ribu per kg. “Ini berlaku juga di tempat-tempat lain di Kediri, walaupun harganya tidak sama persis, tetapi tidak beda jauh,” kata Bambang.

Bukan hanya buahnya saja yang bisa dimanfaatkan, gagang kering dan daunnya pun dapat diolah menjadi minyak atsiri. Harga gagang kering, bisa menyentuh nilai Rp 7 ribu hingga Rp 8.500 per kg, sedangkan daun kering bisa mencapai Rp 4.500 hingga Rp 5.500 per kg. “Ini angka jual beli yang variatif alias bisa naik turun tapi tidak terlalu jauh turun-naik harganya,” jelas Bambang.

Mengenai luas lahan cengkeh yang ada, Bambang menganggap masih perlu dikembangkan lagi, karena masih banyak lahan-lahan yang hanya ditanami rumput gajah untuk penyuplai makanan ternak. Tapi, lahan-lahan itu tidak mudah dialihkan begitu saja, lantaran petani disini juga menggantungkan nasibnya pada ternak sapi.

Bambang mendukung sepenuhnya keberadaan kelompok tani yang ada di Desa Blimbing ini, khususnya strategi jual beli cengkeh yang menyesuaikan produksi. Karena fluktuasi harga cengkeh sangat berpengaruh dari hasil produksi.

“Makanya Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri bekerjasama dengan Kodim Kediri dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Losan serta Gapoktan Murni akan mengembangkan cengkeh di desa ini (Desa Blimbing),” ungkap Bambang. (Dodik-Pendim Kediri)

 

 

Reporter : Clara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018