Selasa, 21 Mei 2019


Penghapusan Pungutan CPO, Dorong Daya Saing Ekspor Produk Sawit

07 Des 2018, 13:35 WIBEditor : Gesha

Penghapusan Pungutan CPO bisa tingkatkan ekspor sawit | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia  (Gapki) mengapresiasi kebijakan pemerintah  menghapus sementara pungutan ekspor minyak sawit dan turunanya. Kebijakan pemerintah ini sangat tepat dilakukan di tengah harga CPO dan TBS yang saat ini terus menurun.

"Dengan penghapusan sementara pungutan ekspor sawit akan dapat meningkatkan daya saing ekspor produk sawit Indonesia dan tentunya ekspor bisa meningkat," kata Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono, di Jakarta, Kamis (6/12).

Menurut Mukti,  penghapusan pungutan ekspor diharapkan dapat menjadi triger peningkatan  harga TBS petani.  Penghapusan pungutan ekspor minyak sawit dan turunannya akan mendorong petani lebih giat lagi memproduksi sawit yang berkualitas.

"Agar industri sawit bisa bersaing di pasar global dan petani sawit tetap bergairah, kami meminta pemerintah menurunkan pungutan minyak sawit US$ 30 ton dari sebelumnya US$ 50/ton.  Usulan tersebut  sudah disampaikan kepada Kemenko Bidang Perekonomian," kata  Mukti Sardjono.

Ia juga mengatakan, usulan penurunan pungutan minyak sawit hanya bersifat sementara. Artinya, kalau harga CPO naik, pemerintah bisa melakukan pungutan minyak sawit seperti semula. Penurunan pungutan minyak sawit ini untuk mengimbangi turunnya harga minyak sawit dunia.

Diharapkan setelah ada kebijakan penurunan pungutan minyak sawit dari pemerintah akan membuat daya saing produk CPO membaik. Dengan begitu pengusaha sawit pada tahun ini kembali mendapatkan sedikit keuntungan, mengingat ekspor CPO masih menjadi andalan negara untuk mendulang devisa.

Usulan Gapki untuk menurunkan pungutan ekspor minyak sawit dan turunanya akhirnya mendapat respon positif Kemenko Bidang Perekonomian. Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan pemerintah tak memungut biaya ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan turunannya. Kebijakan tersebut dilakukan karena harga minyak sawit turun dari 530 dollar per ton menjadi 420 dollar per ton.

Meski pemerintah untuk sementara tak memungut biaya ekspor minyak sawit, apabila harga minyak sawit berangsur membaik (500 dollar per ton),pungutan ekspor akan kembali berlaku. Namun, yang dikenakan hanya separuh pungutan dari harga normal, yakni 25 dollar per ton untuk CPO dan 10 dollar per ton untuk turunan pertama.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018